PSSI: Menpora dan Enerji Bangsa

Selasa, 01/03/2011

Inilah hari-hari berat yang harus (kembali) kita rasakan. Geger PSSI telah mengisi ruang publik secara amat massif dengan headline di koran-koran, celotoh interaktif di banyak stasiun televisi, dan bahkan masuk ke ruang-ruang publik yang bahkan tidak terbayangkan. Ada demo di banyak tempat di seluruh Indonesia.

Ribuan pendemo dikerahkan ke kantor PSSI di GBK (menyegelnya serta menyerahkan kuncinya kepada asisten Menpora), sementara banyak stasiun dan Koran/tabloid “menyerahkan” prime time dan prime page nya hanya untuk meliput masalah ini, lengkap dengan komentar-komentar yang kadang sudah kelewat batas dan sangat seronok. Ini belum termasuk liputan dan cacian di dalam dunia maya yang juga tidak kalah serunya.

Apa yang telah terjadi pada bangsa ini ? Rangkaian keprihatinan sewajarnya harus menjadi renungan kita bersama karena – ibarat sedang makan atau minum – semuanya terasa telah terlalu mengenyangkan dan (barangkali) siap dimuntahkan.

PSSI hanya adalah sebuah induk olahraga, sama seperti PBSI/Bulutangkis, PBVSI/bola volley, PTMSI/Tenis Meja, PERBASI/Basket, dan lain sebagainya. Kalau bicara prestasi, rasanya hampir semua induk-induk organisasi olahraga ini juga sedang “miskin prestasi” meski dipimpin oleh tokoh-tokoh nasional yang beken mulai dari sekedar seorang pengusaha terkemuka, tokoh masyarakat seperti pak Anggito, hingga Jenderal Djoko.

Pak Andi (Menpora) seyogyanya – kata orang Minang – bisa menjadi si tawa si dingin. Biarkan saja PSSI dengan independensinya dan menyerahkan pembenahannnya ke tangan KONI atau KOI sebagai induk dari PSSI dan asosiasi olahraga lainnya

John M. Arsyad,Jakarta