Menkominfo Ingatkan Soal Regulasi dan Ekosistem - Dorong Perusahaan Starup IPO

NERACA

Jakarta – Dibalik ambisi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan rintisan (starup) untuk go public atau tercatat sahamnya di pasar modal, dinilai masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang belum dituntaskan. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan, otoritas pasar modal Indonesia belum membentuk aturan bagi perusahaan startup yang menyandang status "unicorn".

Kata Rudiantara, self regulatory organization (SRO) harus mempersiapkan ekosistem yang tepat.”Kalau mereka mau go public di sini, aturannya harus dibuat karena sementara ini tidak ada aturan khusus untuk model bisnis seperti ini. Ini kan perusahaan rugi, tapi di luar negeri bisa listed dan tambah bagus. Sementara di Indonesia maunya berinvestasi di perusahaan untung. Padahal, game-nya kan dari apresiasi harga saham,”ujarnya di Jakarta, Rabu (17/1).

Maka itu, lanjut dia, semua ekosistem yang terkait dengan pasar modal, baik masyarakat atau investor, pengelola dana, serta pemangku kepentingan di pasar modal Indonesia harus memiliki pandangan yang sama. Disebutkannya, salah satu faktor yang menjadi kendala bagi unicorn melakukan IPO yakni mengenai valuasi harga saham.

Penilaian perusahaan unicorn yang mayoritas bidang digital ada pada ekosistemnya yang bisa meningkatkan ekspektasi masyarakat.”Saya harap kita segera menyiapkan ekosistem, apalagi kita sudah punya empat unicorn, jangan sampai IPO di luar yang memberi insentif lebih banyak,"tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus untuk menambah jumlah unicorn di Indonesia. Pada 2019 mendatang, pihaknya meyakini akan ada lebih dari lima perusahaan di Indonesia yang bakal menyandang status unicorn."Sekarang kan ada empat, pada 2019 ada lima. Dengan strategi yang tepat akan lebih dari lima unicorn," ucapnya.

Sebagai upaya menambah jumlah unicorn, Rudiantara mengatakan bahwa pihaknya memiliki program "next Indonesia unicorn". Dengan program itu, diharapkan perusahaan startup di Indonesia dapat meraih modal dari investor."Perusahaan startup kalau mencari investor kan tidak mudah. Yang dilakukan adalah menjadi penengah antara startup di Indonesia, dilakukan penyeleksian, diinkubasi, lalu ajak roadshow ketemu investor, baik dalam maupun luar negeri," katanya.

Tercatat empat perusahaan unicorn atau yang bervaluasi di atas US$ 1 miliar ini adalah Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka. Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere pernah mengatakan, berinvestasi pada perusahaan-perusahaan start up memang memiliki potensi yang cukup besar. Namun demikian, risiko berinvestasi pada perusahaan-perusahaan tersebut juga cukup besar. "Start up lebih berisiko dibandingkan dengan saham yang sudah lama masuk di bursa, tapi kita bisa lihat sektoralnya saja," kata Nico.

Lanjut Nico, start up yang bergerak pada teknologi finansial (fintech) masih memiliki perkembangan yang lebih besar, bahkan dengan adanya teknologi blockchain yang mulai merangsek di dunia finansial. Menurut Nico, saat ini saham-saham start up memanfaatkan momentum dengan semakin tertariknya investor pada sektor-sektor yang berhubungan dengan teknologi. Namun demikian, dia menyarankan untuk berhati-hati memilih saham start up karena terkadang fundamental dari perusahaan-perusahaan start up belum begitu kuat.

BERITA TERKAIT

Kemenpar Dorong Industri Kreatif Lewat Kustomfest 2018

Hasil karya anak bangsa tersaji dalam Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest) 2018 resmi digelar Sabtu, (6/10). Sebanyak 155 motor dan…

Bekraf Dorong Starup Masuk Pasar Modal

Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf mengenalkan Go Startup Indonesia (GSI) yang merupakan platform perjodohan/pertemuan pengusaha rintisan dengan investor di kota…

Presiden: Pangkas Regulasi yang Hambat Inovasi! - IMF-BANK DUNIA PUJI EKONOMI INDONESIA

Bali-Presiden Jokowi kembali mengingatkan pentingnya perkembangan teknologi demi masa depan yang lebih baik. Untuk itu, Presiden akan memberikan regulasi yang lebih…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…