Kioson Komersial Serap 70,96% Dana IPO

Hingga 31 Desember 2017, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) telah menyerap atau menggunakan dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar 70,96% dari hasil bersih dana IPO yang berhasil dikantungi sebesar Rp 45 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp 1,82 miliar, perusahaan mendapat hasil bersih Rp 43,18 miliar. Dalam prospektus, dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi sebesar Rp 34,09 miliar. Kemudian, untuk modal kerja sebesar Rp 9,09 miliar. Sehingga total dana yang digunakan sebesar Rp 43,18 miliar.

Adapun realisasinya, besaran nilai akuisisi masih sesuai dengan rencana. Sementara, untuk modal kerja berubah lebih kecil menjadi Rp 1,75 miliar. Sehingga, total dana yang telah digunakan sebesar Rp 35,48 miliar atau setara dengan 70,96%. Secara keseluruhan, KIOS masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp 7,34 miliar. Modal kerja tersebut digunakan untuk pengadaan gadget dan elektronik.

Diklaim menjadi pionir startup yang menjadi perusahaan publik, membuat harga saham KIOS melesat ke harga Rp3.310 dari awal Rp450 pada saham hari pertama. Akibatnya, saham KIOS sempat masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena dituding bergerak di luar kewajaran. Merespon hal tersebut, Direktur Utama KIOS, Jasin Halim pernah bilang, pertumbuhan tersebut sangat mengejutkan dimana gairah investor retail terhadap KIOS merupakan sinyal positif bahwa IPO dapat menjadi pilihan pendanaan yang baik bagi startup di Indonesia.”Kami juga melihat hal ini sebagai bentuk kepercayaan publik atas potensi pasar dan strategi yang dibawah oleh Kioson,"ungkapnya.

Menurutnya, dengan menjadi perusahaan terbuka, berbagai informasi Kioson dapat mudah diakses dan dimonitor publik."Kami akan terus konsisten menjadi penjembatan antara underserved market dengan layanan digital. Saat ini, kami melihat pangsa pasar yang besar justru ada di sana dan sangat jarang pemain yang memberikan layanan yang baik kepada masyarakat di kota lapis kedua. Strategi bisnis inilah yang kami yakni mampu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan jangka panjang,"tuturnya.

BERITA TERKAIT

Andira Agro Patok IPO Rp 200 Per Saham

NERACA Jakarta – Perusahaan perkebunan, PT Andira Agro telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana atau initial public offering…

Merdeka Copper Raup Dana Rp 600 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta –Aksi korporasi PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menerbitkan saham baru dengan penawaran umum terbatas (PUT) I melalui…

Dana Kelola Reksadana Naik Rp 4,35 Triliun

Perusahaan jasa penyedia informasi dan riset, PT Infovesta Utama dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mencatat dana kelolaan reksa dana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

Pacu Pertumbuhan Investor Lokal - Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

Kerjasama POWN dan Danareksa - BEI Buka Galeri Investasi di Mall Surabaya

NERACA Jakarta - Dalam rangka perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan galeri investasi BEI ke-400…