Kapasitas Produksi ROTI Meningkat Tajam - Dua Pabrik Beroperasi di 2019

NERACA

Jakarta – Seiring dengan rampungnya dua pabrik roti milik PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) di Lampung dan Gresik, Jawa Timur tahun 2019 mendatang, perseroan berharap bisa meningkatkan kapasitas produksi di tahun tersebut, “Pabrik baru di Lampung dan Gresik diharapkan memberi konstribusi pendapatan pada perusahaan di tahun 2019,” kata Investor Relation ROTI, Cherie Theosabrata di Jakarta, Rabu (17/1).

Disebutkan, pembangunan pabrik tersebut menggunakan dana hasil penerbitan 1,15 miliar saham baru melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rigths issue. Dalam aksi korporasi tersebut, ROTI mengantungi dana Rp1,43 triliun dari aksi korporasi itu. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru sebesar Rp520,7 miliar, penambahan lini produksi Rp474,8 miliar, pemeliharaan dan perawatan Rp312,7 miliar.

Sedangkan sampai saat ini, pembangunan pabrik baru telah menyerap dana sebesar Rp18,922 miliar. Asal tahu saja, selain membangun dua pabrik baru, aksi korporasi emiten produsen roti bermerek Sari Roti ini juga berupa akuisisi 51% saham PT Prima Top Boga (PTB). Ini adalah perusahaan yang bergerak di bisnis adonan beku (frozen dough) roti dan kue di Indonesia.

Corporate Secretary ROTI, Sri Mulyana pernah mengatakan, Nippon Sari dan Prima Boga telah meneken perjanjian kerjasama investasi lewat saham baru yang dikeluarkan Prima Boga. Dalam kerjasama itu, ROTI mengambil seluruh saham baru tersebut. Dengan begitu, 51% saham Prima Boga akan dimiliki ROTI. Nippon Indosari, produsen Sari Roti berjanji akan melakukan investasi tambahan baik langsung atau pun tidak langsung dalam tiga tahun ke depan ke perusahaan tersebut.

Para analis menilai aksi korporasi ROTI ini akan berdampak positif bagi kinerja perusahaan ke depan. Dengan tambahan pabrik baru, terutama di Kalimantan dan Sumatra, analis Bahana Sekuritas Michael Wilson Setjoadi pernah mengatakan, ROTI sekaligus bisa memperbesar jalur distribusi, sehingga bisa menekan jumlah roti yang dikembalikan. Namun efek penambahan pabrik baru tersebut tidak bakal langsung berdampak pada kinerja. Kontribusi terhadap pendapatan perusahaan baru akan terlihat sekitar 11,5 tahun lagi. Apalagi saat ini proses konstruksi pabrik tersebut belum dimulai.

Meski begitu, Wilson meyakini, kinerja perusahaan bakal makin positif, seiring masuknya perusahaan investasi global Kohlberg Kravis Roberts & Co LP (KKR) sebagai salah satu pemegang saham ROTI. Investor baru tersebut pasti akan menerapkan standar tersendiri untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Seperti emiten lain, biasanya masuknya investor baru akan membawa hasil yang lebih baik.

Wilson memandang, prospek ROTI sampai akhir tahun 2017 masih cukup bagus. Pendapatan diperkirakan bisa dicapai pada Rp 2,7 triliun. Tapi laba bersih akan sedikit tertekan di Rp 200 miliar. Apalagi di kuartal terakhir ini, manajemen ROTI mulai mengiklankan lagi produknya. Tapi hasilnya diprediksi baru akan terasa di awal 2018 nanti. "Sekarang yang harus diwaspadai adalah persaingan dengan beberapa produsen roti lain," jelas Wilson.

BERITA TERKAIT

Arwana Komersialkan Paruh Kedua di 2019 - Pabrik Baru di Sumatera Selatan

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan kapasitas produksi, PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) mulai menggelontorkan investasi untuk pembangunan pabrik baru perseroan…

Ulama Sebaiknya Netral dalam Pilpres 2019

  Oleh : Otjih Sewandarijatun, Alumnus Universitas Udayana, Bali Pertarungan politik merebutkan kursi “Indonesia 1” di Pilpres 2019 diperkirakan banyak…

Ketua Mahkamah Konstitusi - 2019 Jadi Tahun Pertaruhan Bagi MK

Anwar Usman Ketua Mahkamah Konstitusi 2019 Jadi Tahun Pertaruhan Bagi MK NERACA Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Dana Rp 1,3 Triliun - JLB Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10%

NERACA Jakarta – Operator jalan tol, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) melakukan penawaran umum obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu Tahun…

GEMS Bukukan Laba Bersih US$ 67,82 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang semester pertama 2018, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 32,33% year…

Fitch Ratings Kerek Peringkat TELE Jadi BB-

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan membaiknya kinerja keuangan, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia menaikkan peringkat perusahaan distribusi ponsel dan gawai, PT…