Perkebunan Sawit Kesulitan Dapat Kredit Bank

NERACA

Pekanbaru—Kalangan perbankan diminta tak ragu dan tak mempersulit untuk membantu program revitalisasi perkebunan kelapa sawit. Apalagi program ini sering mendapat kendala yang klasik. "Ini kebun sudah jelas ada, kok kreditnya masih susah juga," kata Direktur Utama PT Perkebunan Negara (PTPN) V, Fauzi Yusuf kepada wartawan di Jakarta,3/2

Menurut Fauzi, pihak perbankan mestinya mendukung sepenuhnya kerja sama pembiayaan program revitalisasi kebun kelapa sawit di Provinsi Riau. "Bank jangan terlalu kuatir, mari kita bahu membahu untuk kesuksesan program revitalisasi sawit ini," ucapnya

Dikatakan Fauzi, minimnya dukungan perbankan dalam pembiayaan program penanaman kembali (replanting) sawit menjadi salah satu penyebab pelaksanaan program nasional di Riau tertunda selama tiga tahun. PTPN V akhirnya tetap melaksanakan penggantian tanaman tua di kebun petani plasma mitra PTPN V di Desa Tapung Jaya, yang pada tahun ini ditargetkan mencapai 700 hektare (ha).

Rusdi menambahkan pelaksanaan "replanting" sawit memerlukan biaya sekitar Rp39,9 juta/ha selama proses itu berlangsung selama empat tahun. Proses penumbangan pohon tua, penanaman bibit baru dan perawatan selama empat tahun, akan dilakukan oleh perusahaan.

Bupati Rokan Hulu, Achmad, meminta Bank Riau-Kepri memberikan komitem penuh untuk kemajuan sektor pertanian daerah. Apabila Bank Riau-Kepri tak juga mendukung program pemerintah itu, lanjutnya, Achmad mengatakan, pemerintah daerah akan mengusulkan agar pembiayaan dialihkan ke bank lainnya. Menurut dia, ada dua bank yang mengaku tertarik membiayai "replanting" sawit di Rokan Hulu, yakni Bank Mandiri dan Bank Jabar-Banten. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemilik Bank Bali Minta OJK Investigasi Penjualan Bank Permata

    NERACA   Jakarta - Pemilik Bank Bali, Rudy Ramli meminta agar proses penjualan saham Bank Permata oleh Standart…

Bank Commonwealth dan Mastercard Kenalkan MicroMentor - Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Commonwealth dan Mastercard memperkuat komitmennya dalam membantu perempuan pengusaha UMKM di Indonesia…

Nusakambangan Dapat Memberikan Efek Jera Bagi Koruptor

Nusakambangan Dapat Memberikan Efek Jera Bagi Koruptor NERACA Purwokerto - Pakar hukum dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas,…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Penurunan Pajak Obligasi Dinilai Menekan Likuiditas Bank

  NERACA   Jakarta - Penurunan pajak bunga surat utang atau obligasi infrastruktur dinilai efektif bisa menghimpun pendanaan, namun di…

ADB Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Contoh Di Asia Tenggara

      NERACA   Jakarta - Presiden Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao mengatakan pertumbuhan…

Hadapi Era Industri 4.0, OJK Dorong BPR Syariah Kolaborasi

    NERACA   Jatim - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mendorong Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS)…