PP Presisisi Serap Dana IPO Rp 201,3 Miliar

Sejak debut perdananya di pasar modal, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengklaim sudah menghabiskan dana initial public offering (IPO) sebesar Rp201,3 miliar. Keseluruhan dana tersebut digunakan untuk modal kerja perusahaan. “Dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO terkumpul Rp1,01 triliun. Kemudian, sekitar Rp26,34 miliar digunakan untuk biaya penawaran umum sehingga tersisa hasil bersih dari IPO senilai Rp984,68 miliar,”kata Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahaan PP Presisi, Benny Pidakso di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, kalau mengacu kepada prospektus, sekitar Rp689,27 miliar akan digunakan untuk belanja modal perusahaan dan Rp295,4 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Lebih lanjut dirinya mengatakan, perseroan masih memilki sisa dana hasil IPO senilai Rp783,37 miliar. Dimana sekitar Rp28,37 miliar masih mengendap di rekening IPO dan Rp755 miliar tersisa ditempatkan di deposito.

Sebagai informasi, proses IPO PT PP Presisi Tbk dilakukan pada 24 November 2017, perseroan mencatatkan saham sebanyak 2.351.221.000 lembar saham atau setara dengan 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Tahun ini, perseroan membidik kontrak baru senilai Rp 7 triliun-Rp 8 triliun atau tumbuh dibandingkan dengan target tahun kemarin sebesar Rp 5,8 triliun.

Kontrak baru tersebut termasuk proyek multi years. Diantaranya jalan Tol Trans Sumatera, jalan Tol Pandaan-Malang, dan jalan Tol Solo-Kertosono yang berlangsung pada 2017-2019. Selain itu, ada pembangunan taxy way dan runaway Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dan pembangunan Bandara Kulon Progo.

Sementara untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 1,4 triliun. Capex tersebut lebih rendah dari pada capex 2017 yang mencapai Rp 1,8 triliun karena untuk proses akuisisinya tidak akan sebesar tahun kemarin.

BERITA TERKAIT

IPO SKY ENERGY INDONESIA

Direktur Utama PT Sky Energy Indonesia, Jackson Tandiono (ketiga kiri) berbincang dengan Direktur Independen Pui Siat Ha, Direktur Hengky Loa,…

Campina Bayar Utang Rp 269,63 Miliar - Pangkas Beban Utang

NERACA Jakarta – Guna memudahkan langkah ekspansi bisnisnya, PT Campina Ice Cream Industry Tbk (CAMP) terus memangkas beban utang dengan…

Mulai Wajib Dilaporkan ke Pajak - REKENING NASABAH DI ATAS Rp 1 MILIAR

Jakarta-Kalangan perbankan, lembaga keuangan dan manajer investasi mulai hari ini (20/2) dapat mendaftarkan data rekening nasabah minimal Rp 1 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…