Electronic City Serap 66,38% Dana Hasil IPO

NERACA

Jakarta - Hingga 31 Desember 2017 kemarin, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) telah menggunakan lebih dari setengah dana hasil penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) mereka. Disebutkan, perseroan telah menggunakan dana IPO sebanyak Rp 828,95 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 66,38% dari hasil pelaksanaan IPO setelah dikurangi biaya penawaran umum yang dilaksanakan Juli 2013 lalu.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, dana tersebut telah digunakan emiten ritel ini untuk beberapa hal, diantaranya ialah pelunasan utang, pengembangan toko, serta modal kerja dan kebutuhan lainnya. Sebanyak Rp 150 miliar telah digunakan ECII untuk pelunasan utang ke Bank CIMB Niaga dan Bank Victoria. Mereka juga telah menggunakan Rp 514,13 miliar untuk ekspansi, yaitu untuk pembelian tanah dan bangunan serta untuk fitout toko.

Kata Wiradi, Durektur ECII, sedangkan sebanyak Rp 164,81 miliar telah digunakan untuk keperluan modal kerja dengan rincian pembelian inventori sebesar RP 140,97 miliar dan renovasi HO sebesar Rp 23,84 miliar. Adapun dalam prospektus penawaran umum saham perdana ECII, mereka berencana menggunakan Rp 150 miliar untuk keperluan pelunasan pinjaman. Sementara itu, dana sebesar Rp 933,33 miliar digunakan untuk pengembangan toko serta Rp 164,81 miliar akan digunakan untuk modal kerja.

Di tahun politik saat ini, perseroan melakukan konsolidasi internal dan efisiensi untuk bisa menjaga kinerja bisnis tetap stabil, hanya saja faktor eksternal tetap memiliki pengaruh. “Tahun ini masih konservatif, dua tahun ke depan juga kami masih melihat seperti itu. Tahun ini pilkada, tahun depannya lagi ada pilpres. Kami sih berharap semua bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, masalah keamanan pada saat pilkada masih menjadi isu yang menentukan industri ritel. Dengan kondisi ritel yang saat ini masih belum membaik, jika nanti tahun politik berjalan gaduh, tentu saja akan memukul kinerja perusahaan. Namun, katanya, strategi konsolidasi internal serta efisiensi masih bisa menopang untuk bisa mendapatkan pertumbuhan di tahun politik. “Kalau kampanye biasalah itu, cuma kita banyak isu soal keamanan. Itu yang mesti dijaga bersama-sama agar lebih kondusif,” imbuh Wiradi.

Tahun ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan penjualan sangat konservatif dan perusahaan terus berupaya mencapai pertumbuhan lebih baik. Sampai kuartal III 2017, perusahaan membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8,4% dari Rp 1,19 triliun menjadi Rp 1,29 triliun.“Iya selalu kejar pertumbuhan, kami minimal itu harus growth di atas tahun lalu, tidak boleh minus. Tetapi kami memang targetkan konservatif saja sih, maintenance pendapatan,”tuturnya.

BERITA TERKAIT

Hasil Evaluasi Hukum dan Finansial: Tidak Ada Misrepresentasi, Kewajiban SN Sudah Dipenuhi

Hasil Evaluasi Hukum dan Finansial: Tidak Ada Misrepresentasi, Kewajiban SN Sudah Dipenuhi NERACA Jakarta - Keputusan Komite Kebijakan Sektor Keuangan…

UNTR Investasikan Dana Rp 13,22 Triliun - Akuisisi Tambang Emas di Sumut

NERACA Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnis komoditi, PT United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan rencana akuisisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara…

Lembaga SRO Gelontorkan Dana Rp 75 Miliar - Bentuk Anak Usaha di Bidang IT

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…