Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA

Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017 kemarin menjadi optimisme pelaku pasar bila indeks BEI akan terus merangkat naik di tahun politik ini. Bahana Sekuritas menilai pasar saham Indonesia sangat optimistis berkat dukungan bonus demografi serta berlanjutnya reformasi struktural oleh pemerintah. Pasar saham Indonesia diperkirakan mencari keseimbangan untuk jangka menengah dan panjang. Bahana memperkirakan indeks akan berada pada kisaran 7.000 sepanjang tahun ini.

Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas, Andri Ngaserin di Jakarta, kemarin mengatakan, tahun ini pasar akan mencari keseimbangan antara stabilitas makro ekonomi yang terjaga dengan beberapa faktor risiko yang membayangi yakni tren kenaikan harga minyak dunia, perhelatan pilkada serentak di dalam negeri serta kebijakan investasi pemerintah China.

Disebutkan, beberapa faktor risiko yang menjadi perhatian investor dalam tahun ini di antaranya kebijakan pemerintah Cina yang ingin mengurangi investasi langsungnya di luar negeri dalam waktu dekat termasuk di ASEAN, yang bisa berakibat pada perlambatan ekonomi domestik. Pasalnya, investasi menjadi salah satu pendorong perekonomian Indonesia.

Selanjutnya, tren kenaikan harga minyak dunia yang saat ini berada pada kisaran US$ 66 per barel, lebih tinggi dari asumsi harga minyak dunia yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar US$ 48 per barel. Hal ini akan berpengaruh terhadap defisit transaksi berjalan bila tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau bakal menimbulkan inflasi bila harga BBM subsidi naik.“Kondisi politik di dalam negeri yang akan menghadapi pilkada serentak serta pilpres 2019, akan menjadi faktor penentu bagi investor khususnya saat proses pilkada sedang berlangsung hingga hasil akhirnya. Bila semuanya berjalan transparan dan hasil akhirnya sesuai dengan ekspektasi pasar, akan membawa dampak positif,”kata Andri.

Hal positif yang akan mewarnai pasar dan perekonomian sepanjang 2018 di antaranya berlanjutnya belanja infrastruktur dan dana subsidi untuk sosial serta dana-dana kampanye yang biasanya meningkat menjelang pilkada serta pilpres akan meningkatkan konsumsi masyarakat. Ditambah lagi harga komoditas global yang stabil meningkat, khususnya harga batu bara akan memberi efek berganda terhadap perekonomian.“'Dengan melihat beberapa faktor positif dan risiko yang perlu dicermati, indeks diperkirakan tidak akan banyak bergerak pada semester pertama tahun ini, namun pada semester kedua baru akan terlihat pergerakan yang berarti tergantung pada proses dan hasil pilkada serta menanti langkah yang akan diambil pemerintah untuk menyelamatkan anggaran 2018," jelasnya.

Sekadar mengingatkan, penutupan perdagangan bursa saham Indonesia akhir tahun lalu, menorehkan prestasi gemilang. Pasalnya IHSG mencatat rekor baru yakni bertengger di level 6.355,65. Pencapaian ini sejalan dengan perkiraan Bahana Sekuritas yang sejak awal tahun lalu memperkirakan indeks akan berada di kisaran 6.300. Menurut catatan Bahana, perbaikan makro ekonomi yang tercermin pada nilai tukar rupiah yang relatif stabil, diiringi dengan penurunan suku bunga acuan serta fiskal yang terjaga menjadi salah satu faktor yang membuat indeks melaju cukup kencang menjelang akhir 2017. Ditambah lagi, berlanjutnya pembangunan infrastruktur serta harga komoditas yang stabil naik termasuk harga batu bara.

BERITA TERKAIT

Menteri Susi: 10.000 Orang Berintegritas Indonesia Disegani

Menteri Susi: 10.000 Orang Berintegritas Indonesia Disegani NERACA Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan jika Indonesia mempunyai…

Sentimen Krisis Turki Membuat Rp dan IHSG Loyo

NERACA Jakarta – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS sebagai buntut dari sentimen krisis ekonomi di Turki, memberikan dampak…

Penyaluran KUR Di Papua Capai Rp703 Miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua dan Papua Barat mengungkapkan hingga semester I…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Provident Agro Bagi Dividen Rp 260 Miliar

NERACA Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Provident Agro Tbk (PALM) menyetujui usulan manajemen untuk…

Pacu Pertumbuhan Investor Lokal - Lagi, BEI Gelar Investor Summit di 8 Kota

NERACA Jakarta – Membidik pertumbuhan investor lokal dan ritel lebih besar lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Kliring…

Kerjasama POWN dan Danareksa - BEI Buka Galeri Investasi di Mall Surabaya

NERACA Jakarta - Dalam rangka perluas penetrasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan galeri investasi BEI ke-400…