Daerah Dituding Penyebab Kisruh Tambang

NERACA

Jakarta---Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kecewa dengan perilaku sejumlah bupati. Karena sejumlah kebjakanya menyebabkan ribuan izin tambang di daerah banyak yang tumpang tindih dan menimbulkan kisruh. "Saya sudah buat edaran pada gubernur agar para gubernur itu memanggil bupati-bupati yang daerahnya mempunyai masalah dianalisa dicarikan solusinya, kalau nggak bisa diselesaikan akan dilaporkan kepada saya untuk mendapatkan penyelesaian bersama," kata Menteri ESM, Jero Wacik di Jakarta,

Lebih jauh kata Jero, surat edaran tersebut sudah diteribitkan hari ini untuk seluruh gubernur yang di daerahnya terdapat permasalahan tumpang tindih lahan. Jumlah gubernur yang dikirimkan surat edaran cukup banyak. "Lokasinya di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera. Pokoknya banyaklah," terangnya

Selain masalah tumpang tindih izin lahan, Jero juga menyatakan banyak masalah pembagian hasil tambang di daerah yang tidak adil. Jero meminta para bupati bisa saling bekerjasama jangan malah berebutan soal izin lahan tambang. "Jangan menganggap kayak negara lain, misalnya dengan Malaysia dan Australia itu boleh satu jengkal kita bela tapi kalau sesama provinsi dan gubernur ya yang rukun-rukunlah, sama-sama negara kok," paparnya

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan tumpang tindih lahan tambang juga merupakan peninggalan masa lalu. "Pada prinsipnya adalah kita menyadari bahwa begitu banyak persoalan peninggalan-peninggalan masa lalu yang tidak diselesaikan itu bisa menimbulkan keresahan. Kita tidak ingin menengok ke belakang intinya kita ingin selesaikan," kata Hatta.

Saat ini diakui Hatta ada ribuan izin tambang yang tumpang tindih. Jika ini dibiarkan menurut Hatta bisa mengganggu investasi pertambangan di Indonesia. "Jangan dengan hal-hal seperti itu investor kita nervous, khawatir," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo mengungkapkan, Blok Mahakam mestinya dikelola perusahaan nasional pasca berakhir masa konsesinya dengan perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie pada 2017. "Pihak nasional yang kelola Mahakam bisa Pertamina, perusahaan swasta, atau daerah," ungkapnya

Guru Besar ITB itu menambahkan, pengelolaan Blok Mahakam yang akan habis masa konsesinya pada 2017 bisa meniru pola East Natuna. Pemerintah menyerahkan pengelolaan Blok East Natuna kepada Pertamina dan selanjutnya BUMN itu mengajak mitra lain termasuk pengelola lama, ExxonMobil. "Jadi, Total yang kini mengelola Mahakam, bisa ikut lagi," terangnya

Menurut Widjajono, keputusan pengelolaan Mahakam dilakukan pada 2012, sehingga perusahaan nasional bisa bekerja sama dengan Total sampai benar-benar dialihkan setelah 2017. Meski bermitra, perusahaan nasional mesti memegang saham mayoritas dan menjadi operator Mahakam.

Sebelumnya, Pertamina mengajukan rencana akuisisi 51 persen hak pengelolaan Mahakam pada 2017. Pertamina sudah melayangkan surat resmi rencana akuisisi tersebut ke Kementerian ESDM. Blok Mahakam merupakan ladang strategis yang akan habis kontraknya pada 2017. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pupuk Batubara Cocok Digunakan Daerah Tandus

Jakarta, Pupuk batubara sangat cocok digunakan petani di daerah yang memiliki tanah yang tandus dan gersang. Karena, dengan kandungan karbon…

SKK Migas Inginkan Penyebaran Informasi Kontribusi Hulu Migas Di Daerah

NERACA Balikpapan - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerjasama…

Waspadai Penyebab Defisit

Dua lembaga pemantau cuaca, BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengingatkan masyarakat akan perubahan cuaca yang sangat dinamis dengan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Modena Benamkan Teknologi Magnihealth di Produk Water Heater

      NERACA   Jakarta - PT Modena Indonesia mewujudkan inovasi terbarunya dalam bentuk unit pemanas air kapasitas 20…

Taiwan Excellence Dorong Pertumbuhan E-sports di Indonesia

    NERACA   Jakarta - Potensi pasar gaming di Indonesia saat ini kian berkembang. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh…

Ancaman Gagal Panen Berpotensi Naikkan Harga Komoditas Pangan

    NERACA   Jakarta - Gagal panen terancam akan terjadi pada komoditas pangan, terutama komoditas strategis seperti beras. Ancaman…