Mungkinkah R&D Jadi Perusahaan Teknologi?

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri

Kalau pertanyaan dibuka dengan kata mungkinkah, maka jawaban yang tersembunyi di balik itu adalah mungkin. Dalam konteks pertanyaan "Mungkinkah Lembaga R&D Menjadi Perusahaan Teknologi", maka jawabannya adalah juga mungkin. Teori tentang kemungkinan sebenarnya selalu menghasilkan dua jawaban yang bersifat paradoks yakni mungkin dan tidak mungkin.

Kalau mungkin berarti harus ada upaya lebih lanjut untuk mewujudkannya. Kalau jawabannya tidak mungkin sekalipun, kita masih tetap akan berpikir dan bertanya mengapa tidak mungkin. Kalau kita mau dan mampu, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, dan kalau diurusi dengan baik, maka harapannya terbuka bisa menjadi sukses. Yes We Can.

Selama ini lembaga R&D dalam menjalankan fungsinya bersifat cost centre. Pada lembaga R&D milik pemerintah seperti BPPT dan yang ada di lingkungan Kemenperin sebagai contoh, mereka hidup dari dana APBN atau bantuan/hibah dari luar negeri. Dalam praktik, lembaga tersebut berdasarkan peraturan perundangan dapat menjadi unit Penerimaan Bukan Pajak (PNBP), dan bisa ditingkatkan menjadi Badan Layanan Umum(BLU), tapi tetap bersifat cost centre, belum bisa menjadi profit centre.

Sebagai unit penerimaan, Balai litbang bahan dan barang teknik di Bandung, atas kinerjanya saat ini telah berhasil menghimpun PNBP sekitar 22 milyar rupiah tiap tahun. Sebagai entitas industri maupun bisnis, prestasi ini membanggakan karena pasar meresponsnya positif atas karya-karya teknologi yang dihasilkan. One step a head, berdasarkan kebijakan pemerintah, tentu lembaga R&D tersebut dapat ditingkatkan statusnya menjadi sebuah korporasi sebagai perusahaan yang bergerak dalam pembangunan infrastruktur teknologi.

Reposisi ini akan melahirkan entitas bisnis baru yang bergerak sebagai penyedia infrastruktur teknologi, seperti BUMN yang bergerak dalam membangun infrastruktur fisik, misal Adhi Karya, Waskita Karya dan sebagainya. Terkait dengan infrastruktur teknologi juga sudah ada yaitu PT Rekayasa Industri (Rekin). Dengan demikian kita telah makin yakin bahwa jawabannya mungkin.

Dan bila gagasan ini dapat direalisasikan, menjadi sebuah indikasi yang konstruktif bahwa kita care terhadap pengembangan model bisnis di bidang industri teknologi yang keberadaannya dibutuhkan, dan pasar berpotensi meresponsnya dengan positif, baik di pasar dalam negeri maupun pasar internasional.

Dari beberapa referensi yang pernah penulis baca, infrastruktur teknologi terdiri dari sains, perekayasaan, dan pengetahuan teknologi bagi industri yang bersangkutan. Dalam perkembangannya yang berlangsung hingga kini, kegiatan semacam itu bisa dikembangkan secara in house maupun secara out source karena pertimbangan investasi sumber daya yang tidak kecil, dan tingkat depresiasi yang cenderung lambat, namun tetap memiliki nilai outcome economy yang tinggi. Produknya dapat langsung dipublikasikan berkala secara online maupun offline.

BERITA TERKAIT

Lima Perusahaan Pembiayaan Dibekukan Kegiatan Usahanya

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi kegiatan usaha sebanyak lima perusahaan pembiayaan karena dinilai…

Trias Join Venture Perusahaan Jepang - Bidik Pasar Ekspor Ke Jepang

NERACA Sidoarjo – Ditengah terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, PT Trias Sentosa Tbk (TRST), perusahaan yang produksi packaging…

Kresna Siapkan Capex Rp 400 Miliar - Akuisisi 5 Perusahaan Digital

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis digital, mendorong PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN) agresif untuk terus mengakuisisi perusahaan starup.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Dinamika Ekonomi Sudah Kompleks

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dinamika ekonomi adalah bukan lagi bicara soal rutinitas yang selalu kita…

Teror di Tahun Politik

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Tahun politik nampaknya semakin rentan terhadap iklim sospol dan karenanya…

BI Kembali ke Khittah-nya

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi NERACA   Menurut rencana pekan ini, jabatan Gubernur Bank Indonesia akan diserahterimakan dari…