DPRD Banten Bentuk Raperda Pengolahan Air Limbah

DPRD Banten Bentuk Raperda Pengolahan Air Limbah

NERACA

Serang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten mengusulkan empat rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk menjadi Perda salah satu dari empat Raperda tersebut terkait pengolahan air limbah mengantisipasi pencemaran sungai.

Ketua Baperda DPRD Banten Abdul Roji dalam laporannya menyampaikan, Raperda tentang pengolaan air limbah dibentuk karena saat ini maraknya pencemaran air sungai dengan limbah baik dari industri kecil maupun besar."Berdasarkan indikator yang ada di lapangan, kali-kali di Banten hampir semua terkontaminasi limbah-limbah pabrik, sehingga harus ada perdanya untuk mengatasi hal tersebut," kata Abdul Roji saat membacakan Raperda tersebut dalam Paripurna PRD Banten, Kamis (11/1).

Bahkan, kata Abdul Roji, di lapangan diketahui ada perusahaan yang mengelabui pembuangan air limbah dengan cara membuat saluran di dalam sungai."Sistem pengolahan air limbah menjadi bersih sebelum dibuang oleh pabrik pun belum baik," ujar dia.

Ia mengatakan, pencemaran sungai tersebut menimbulkan dampak negatif. Selain mempengaruhi kualitas air sungai juga membuat pertanian di Banten melemah."Sekarang sawah kurang produktif dengan air yang sudah tercemar. Akibatnya, petani tidak sejahtera," kata dia.

Abdul Roji mengatakan, berdasarkan data yang diketahuinya, 75 persen warga Banten merupakan petani dan nelayan. Oleh karena itu, Raperda ini diperlukan untuk kesejahteraan para petani di Banten. Selain terkait pengolahan air limbah, tiga Raperda lainnya yang sedang disusun yaitu terkait pertanian, infrastruktur, dan pengolahan air bersih. Keempatnya memiliki keterkaitan satu sama lain."Kalau infrastruktur sesuai dengan visi misi gubernur," ujar dia.

Pembahasan empat Raperda tersebut, kata Abdul Roji, kemungkinan dilakukan bulan depan. Sebab Raperda tersebut ditargetkan bisa ditetapkan menjadi Perda pada Bulan April dan bisa langsung diimplementasikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Ranta Soeharta menilai empat Raperda tersebut bagus dan dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten. Ant

BERITA TERKAIT

Banten Segera Bentuk BUMD Antisipasi Kenaikan Harga

Banten Segera Bentuk BUMD Antisipasi Kenaikan Harga NERACA Serang - Pemerintah Provinsi Banten segera membentuk badan usaha milik daerah (BUMD)…

Jasa Raharja Banten Bantu 53 UMKM Selama 2017

Jasa Raharja Banten Bantu 53 UMKM Selama 2017 NERACA Serang - PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Provinsi Banten selama tahun…

Pemkot Bogor Bentuk Satgas Percepatan Berusaha

Pemkot Bogor Bentuk Satgas Percepatan Berusaha NERACA Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat membentuk Satgas Percepatan Berusaha sesuai…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Disdukcapil Kota Depok Raih ISO 9001:2008

Disdukcapil Kota Depok Raih ISO 9001:2008 NERACA Depok - Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Jawa Barat, meraih…

Bulog Sumsel Sudah OP Beras 3.900 Ton

Bulog Sumsel Sudah OP Beras 3.900 Ton NERACA Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung…

Disperindag Lebak Tidak Temukan Penimbun Sembako

Disperindag Lebak Tidak Temukan Penimbun Sembako NERACA Lebak - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak hingga kini di daerah…