Bank DKI Dukung Program Pembangunan UMKM

NERACA

Jakarta - Bank DKI mendukung pengembangan Jakarta dengan menjadi bank pilihan untuk transaksi, UMKM dan mewujudkan masyarakat “less-cash”. Dalam rangka mewujudkan misi tersebut Bank DKI terus berkontribusi dalam berbagai pogram kebijakan pembangunan ekonomi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat. Demikian disampaikan Corporate Communication Bank DKI, Herry Djufraini dalam keterangan tertulisnya yang dikutip, Kamis (11/1).

“Dengan berkembangnya pemberitaan di media beberapa hari terakhir ini, dapat kami sampaikan bahwa Bank DKI berkoordinasi dengan TIM OK OCE sedang menyusun program demi memajukan perekonomian masyarakat. Bahkan minggu depan ini kami masih akan melakukan diskusi dengan Tim OK OCE,” tambahnya.

Disamping itu, Bank DKI terus mendorong penyaluran kredit melalui produk Kredit Monas 25, 75 dan 500 dengan plafon mulai dari Rp 25 juta hingga Rp 500 juta yang dapat dimanfaatkan sebagai akses tambahan modal bagi para pelaku UMKM. “untuk membantu memudahkan pelaku UMKM, Bank DKI juga telah melakukan pengembangan Mobile Collection dalam melakukan pengumpulan angsuran kredit mikro” tutup Herry.

Herry juga menyatakan, bahwa Bank DKI tentu akan menyambut positif sinergi dengan Tim OK OCE sebagi perluasan penyaluran kredit kepada UMKM. Program OK OCE yang mencapai ribuan UMKM tentu akan menjadi basis customer Bank DKI. Dalam kesempatan sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta mencatat penyaluran pembiayaan perbankan kepada usaha mikro kecil menengah di ibu kota masih dalam angka yang tidak terlalu besar. Bahkan, hingga kini angkanya masih mencapai 8 persen.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P Joewono menuturkan, salah satu hal yang penting untuk dioptimalkan dalam membantu mendorong perekonomian DKI Jakarta adalah industri UMKM. Pembiayaan adalah aspek penting dalam upaya tersebut. "(Penyaluran) kredit UMKM DKI Jakarta porsinya hanya 8 persen dari total kredit. Padahal arahan pemerintah adalah 20 persen," kata Doni. Ia menyebut, bagi perbankan sendiri, mencari UMKM yang potensial untuk diberikan pembiayaan bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, peran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun diperlukan.

Menurut Doni, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengintegrasikan program OKE-OCE yang dicanangkan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno dengan upaya mencari UMKM potensial. "Dengan program OKE-OCE siapa tahu bisa memunculkan UMKM-UMKM bagus," ungkap Doni.

Pemprov DKI Jakarta pun dapat menjembatani UMKM dengan perbankan melalui semacam gathering atau mengumpulkan kedua pihak dalam satu kesempatan. Dengan demikian, pihak perbankan bisa bertemu dengan UMKM yang dapat diberikan pembiayaan. Secara keseluruhan, fungsi intermediasi perbankan belum sepenuhnya pulih. Hingga kuartal III 2017, pertumbuhan kredit DKI Jakarta mencapai 9,1 persen. Adapun porsi penyaluran kredit di DKI Jakarta terhadap kredit nasional cukup besar, yakni hingga 50 persen. Target pertumbuhan kredit DKI Jakarta pada tahun 2018 mencapai 10-12 persen

BERITA TERKAIT

Menatap IPO Bank Syariah

  Oleh: Syafaat Muhari, Peneliti IBFI, Universitas Trisakti Pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pengembangan awalnya pada…

KOTA SUKABUMI - PNM Target Salurkan Modal UMKM Rp80 Miliar

KOTA SUKABUMI PNM Target Salurkan Modal UMKM Rp80 Miliar NERACA Sukabumi - PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan penyaluran modal…

KOTA SUKABUMI - PNM Target Salurkan Modal UMKM Rp80 Miliar

KOTA SUKABUMI PNM Target Salurkan Modal UMKM Rp80 Miliar NERACA Sukabumi - PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) menargetkan penyaluran modal…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Konsorsium Asuransi untuk Jamin Aset Negara

      NERACA   Jakarta – Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Dadang Sukresna menyebutkan bahwa para pelaku usaha…

BNI Raup Laba Rp13,62 triliun

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk mendongkrak pertumbuhan laba bersih sebesar 20,1 persen…

BSM Targetkan Fee Based Hingga 50% dari Asuransi

  NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri menargetkan pertumbuhan pendapatan komisi (Fee Based Income) sebesar 25-50 persen dari…