ADB Minta Infrastruktur Hijau Dikembangkan

NERACA

Jakarta--Bank Pembangunan Asia (ADB) mendorong swasta aktif dalam pembangunan infrastruktur hijau. Alasanya, infrastruktur hijau ini bisa menjadi langkah perlindungan sumber daya alam yang dapat diambil di kawasan Asia-Pasifik. "Di sekitar kawasan ini, para pemimpin telah menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi dengan kualitas yang lebih baik adalah dimungkinkan," kata Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Menurut Kuroda, pertumbuhan ekonomi dengan kualitas yang lebih baik itu adalah pertumbuhan yang secara bersamaan dapat memenuhi baik kemakmuran ekonomi yang lebih besar maupun menyediakan masa depan yang lebih bersih dan hijau.

Lebih jauh kata Kuroda, kawasan Asia dan Pasifik juga harus melakukan perubahan baik struktural maupun sistemik yang mendalam dalam cara di mana barang-barang dihasilkan dan jasa-jasa diberikan. "Ekonomi hijau itu sendiri telah menjadi mesin pertumbuhan dan membawa generasi baru dari lapangan pekerjaan hijau sehingga membawa kualitas hidup yang lebih tinggi," ujarnya

Kuroda menambahkan peran lembaga seperti ADB adalah memberdayakan dana sektor publik yang terbatas untuk menyamai tingkat dari jumlah yang jauh lebih signifikan dari modal swasta dalam rangka mencapai pertumbuhan hijau. Bahkan ADB mendukung pertumbuhan hijau dan pembangunan berkelanjutan melalui sejumlah mekanisme seperti Dana Investasi Iklim. Mekanisme tersebut adalah merupakan kemitraan dari enam bank pembangunan multilateral (termasuk ADB) yang telah berhasil menghimpun dana hingga sekitar 6,5 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, sebanyak 2,5 miliar dolar AS digunakan untuk kawasan Asia dan Pasifik.

Presiden ADB berpendapat, kawasan tersebut memiliki kesempatan yang sangat besar untuk melakukan investasi hijau dengan pasarnya yang terus berkembang, masih relatif rendahnya tingkat konsumsi, dan masih adanya kebutuhan besar untuk memenuhi persyaratan infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

Dikatakan Kuroda, benua Asia sendiri telah menjadi pemimpin global dalam investasi hijau, dengan banyak di antara negara berfokus pada pembangkit tenaga karbon rendah ("low-carbon"). "Republik Rakyat China contohnya, kini menjadi pemasang utama turbin angin dan sistem `solar thermal` di dunia. India memiliki kapasitas tenaga angin kelima terbesar di dunia," katanya.

Sebelumnya, Ketua F-PKB, Marwan Jakfar, mengatakan menggalakkan pembangunan infrastruktur perkotaan ramah lingkungan (green urban infrastructure), artinya mengubah model pembangunan infrastruktur secara linear menjadi model siklus. “Yaitu, mengoptimalkan penggunaan input sumber daya dan meminimalkan output tidak terpakai seperti limbah. Beberapa contoh kota yang telah mengembangkan Infrastruktur Hijau adalah Brazil, Swedia, dan Singapura,” ungkapnya.

Menurut Marwan, kota-kota tersebut telah mengembangkan Infrastruktur Hijau yang mencakup penataan seperti kawasan permukiman, bangunan gedung, pengelolaan air limbah, pengelolaan air minum dan pengendalian pencemaran udara. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Mitsubishi Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik

NERACA   Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi…

Gubernur Sumsel Minta SDA Daerah Dikelola Secara Bijak

Gubernur Sumsel Minta SDA Daerah Dikelola Secara Bijak   NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru minta agar Sumber…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…