Investor AS Berniat Danai IDX Incubator - Genjot Industri Starup Lokal

NERACA

Jakarta – Besarnya populasi penduduk Indonesia ditambah dengan bonus demografi dan didukung pertumbuhan ekonomi yang positif, membuat kebanyakan investor asing berminat investasi di Indonesia, khususnya di industri straup yang saat ini berkembang pesat pertumbuhannya di dalam negeri. Melihat geliatnya industri ekonomi digital saat ini, rupanya juga menjadi daya tarik komunitas investor Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam METal International untuk terlibat pendanaan perusahaan starup besutan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Alpino Kianjaya mengatakan, kehadiran mereka tidak hanya sekadar datang berkunjung ke BEI, tetapi juga memiliki minat untuk menanam investasi ke perusahaan startup di Indonesia, seperti perusahaan startup yang ada di IDX Incubator. "Mereka tahu Indonesia sangat perform, itu sangat positif dan mereka diminta dipertemukan dengan startup Incubator ‎IDX, mereka siap jadi investor,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

METal International, tutur Alpino, ingin dipertemukan langsung kepada startup IDX Incubator di kesempatan lain. Mereka juga berminat untuk mengajak serta investor Amerika lainnya untuk turut serta datang ke Indonesia.‎“Mereka minta Juli datang lagi untuk tanya lagi, mereka juga akan ajak investor dari AS dan juga minta kalau bisa diselenggarakan di main Hall BEI," sebut Alpino.

BEI, menurut dia, juga menyambut baik niat investor tersebut karena saat ini keterbatasan dana adalah hambatan paling utama bagi startup untuk berkembang.Jumlah perusahaan startup bursa, dia menyebutkan, ada sebanyak 42 perusahaan startup yang berasal dari banyak sektor.“Kita akan pertemukan dengan investor-investor seperti ini, mereka siap untuk ketemu. Mereka siap ketemu 42 perusanaan anytime, Juni balik lagi," tutur dia.

Sebagai informasi, METal International merupakan komunitas investor Amerika Serikat yang bergerak dari banyak bidang, seperti media, hiburan, dan ruang teknologi. Tak hanya sebagai investor, mereka juga bergerak di banyak perusahaan. Asal tahu saja, kepercayaan investor terhadap pasar pelaku usaha rintis atau start-up di Indonesia semakin baik. Hal itu terlihat dari nilai investasi yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Google bersama AT Kearney, perusahaan konsultan dunia, diketahui nilai investasi terhadap perusahaan-perusahaan start-up Indonesia melonjak dari US$44 juta pada 2012, menjadi US$1,4 miliar pada akhir 2016, dan terus menanjak hingga US$3 miliar pada Agustus 2017. Fakta tersebut tentu menjadi angin segar bagi perkembangan industri Tanah Air, khususnya ekonomi kreatif berbasis digital.

Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen pernah bilang, meski masih dalam tahap awal, start-up di Indonesia mencapai kemajuan pesat, khususnya pada sektor perdagangan elektronik (e-commerce) dan transportasi.”Kami dapat melihat momentum investasi start-up terus naik. Para investor modal ventura sangat percaya terhadap peluang yang ada di Indonesia saat ini,” ujar Tony.

BERITA TERKAIT

Implementasi T+2 Berlaku November - Genjot Transaksi Saham

NERACA Jakarta- Semangat inovasi untuk melakukan kemudahan dalam bertransaksi terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Teranyar, BEI siap menerapkan…

Skema KPBU Banyak Diminati Investor

      NERACA   Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut minat investor cukup tinggi untuk proyek dengan…

Membangun Industri Substitusi Impor

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Dengan gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tembus pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…