Naik US$2 Miliar Cadangan Devisa - Dalam Sebulan

NERACA

Jakarta—Menjelang akhir 2011 cadangan devisa RI (cadev) sempat mengalami penurunan sekitar US$1 miliar. Namun Januari 2012 mulai kembali meningkat mencapai US$ 112 miliar. Kondisi seperti ini sudah diramahkan Bank Indonesia pada akhir 2011. "Cadangan devisa per akhir Januari 2012 mencapai US$ 112 miliar," kata Deputi Gubernur BI Hartadi Agus Sarwono kepada wartawan di Jakarta,5/2

Menurut Hartadi, cadangan devisa ini, naik sekitar US$ 2 miliar dibandingkan pada akhir Desember 2011 yang sebesar US$ 110,12 miliar. “Mulai ada kenaikan dan ini tanda menggembirakan,”tambahnya.

Adapun berdasarkan catatan data cadangan devisa Indonesia 2011, antara lain, Januari 2011 US$ 95,3 milliar, Februari US$ 97 miliar, Maret US$ 105,7 miliar, April US$ 116,5 miliar, Mei US$ 118 miliar, Juni US$ 119,65 miliar, Juli US$ 122,7 miliar, Agustus US$ 124,5 miliar, September US$ 114,5 miliar, Oktober US$ 114 miliar, November US$ 111,3 miliar, Desember 2011 US$ 110,12 miliar.

Menyinggung soal Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Hartadi mengungkapkan porsi SBI yang dimiliki asing per akhir Januari 2012 mencapai Rp 7,6 triliun atau 7,2% dari total SBI. "Sedangkan untuk Surat Berharga Negara (SBN) asing mencapai Rp 236 triliun atau 31,1% dari total SBN," imbuhnya

Sebelumnya, Hartadi juga sempat memprediksi pergolakan rupiah untuk tahun ini telah selesai. Tahun depan, rupiah cenderung akan terus menguat. "Rupiah sudah tenanglah, sudah tutup tahun, sudah selesai semua. Minggu-minggu terakhir ada tambahan tekanan karena masalah global, investor asing ambil profitnya," ujarnya

Lebih jauh kata Hartadi saat itu, rupiah agak tertekan karena banyak perusahaan melakukan tutup buku. “Perusahaan dalam rangka tutup buku mengambil investasi untuk bonus. Itu membuat tekanan rupiah sempat ke Rp9.100 kemarin. Kisarannya masih seperti sekarang, sekitar Rp9.000," ujarnya.

Kondisi rupiah tahun depan diperkirakan masih akan menguat karena arus modal masuk masih besar, dalam bentuk portofolio maupun foreign direct investment (FDI). Neraca pembayaran juga diprediksi positif. BI memperkirakan cadangan devisa akan bertambah pada akhir 2011 dan 2012. "Kecenderungannya, overall balance of payment masih surplus, maka akan menambah cadangan devisa," paparnya

Demikian pula, beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo memprediksi cadangan devisa akan mencapai US$ 120 miliar pada akhir tahun 2011 atau meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar US$ 110 miliar.

Malah, pihaknya optimis akan terwujud meski Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir Oktober 2011 sebesar US$ 114 miliar atau turun dibanding posisi per September di US$ 114,5 miliar. Nilai tersebut setara dengan 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. ” Jadi, meski cadangan devisa kita di bulan Oktober turun itu hal yang wajar. Tapi, kita proyeksikan di akhir tahun cadangan devisa kita bisa US$ 120 miliar,” pungkasnya. *cahyo

BERITA TERKAIT

Bali Masuk dalam Daftar 10 Water Park Terpopuler Dunia

Taman bermain air atau water park, kerap menjadi pilihan masyarakat saat berwisata. Selain faktor keamanan yang terjamin, water park bisa…

Amankan Devisa Ekspor

Melihat pergerakan rupiah dalam sebulan terakhir konsisten melemah terus terhadap dolar AS. Meski kurs rupiah belakangan ini cenderung menguat, pelemahan…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

China Berhasil Kuasai Ekonomi Dunia Dalam Waktu Singkat

      NERACA   Jakarta - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Helmy Fuady menunjukkan data bahwa Cina…

Pemerintah Izinkan KEK Arun Lhokseumawe

      NERACA   Aceh - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah pusat telah memberikan izin Kawasan Ekonomi Khusus Lhokseumawe,…

Butuh Rp600 Triliun untuk Benahi Transportasi Jabodetabek

  NERACA   Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membutuhkan pembiayaan Rp600 triliun untuk mengimplementasikan Rencana Induk Transportasi Jabodetabek…