Pendapatan Pelita Samudera Terkerek Naik 34% - Berkah Volume Angkutan Tumbuh 31%

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mengumumkan pencapaian volume yang signifikan untuk pengangkutan dan pemindah muatan batu bara di tahun di atas pencapaian tahun 2016 dan melebihi target 2017.Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (11/1).

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Samudera Tbk, Imelda Agustina Kiagoes mengatakan, volume yang dihasilkan dari layanan jasa kapal tunda dan kapal tongkang (tug dan barge) sebesar 9,8 juta metrik ton di 2017 naik 51% dari 2016 dan lebih tinggi 49% dari target 2017. Sementara volume dari layanan jasa fasilitas muatan apung (floating loading facility) sebesar 20,6 juta metrik ton di 2017 naik 23% dari 2016 dan lebih tinggi 30% dari target 2017.

Menurutnya, dengan total pencapaian volume di 2017 lebih tinggi sebesar 31% dari 2016, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 34%. Pertumbuhan volume dan pendapatan yang sangat positif ini, seiring dengan usaha keras perseroan yang selalu melakukan inisiatif penghematan biaya terutama biaya teknis yang telah dimulai sejak 2015. Monitor pemakaian bahan bakar dan minyak diesel juga dilakukan secara ketat.

Dengan tren utilisasi kapal yang tinggi dan pembelian armada kapal-kapal baru, lanjut Imelda, di tahun ini perusahaan membidik pertumbuhan volume dan pendapatan yang lebih tinggi. Sebelumnya, emiten jasa angkutan kapal ini mengantungi kontrak baru jasa pengangkutan batubara senilai kurang lebih US$ 18 juta ton dari PT Jembayan Muarabara (JMB). Dengan pencapaian positif di awal tahun 2018, memacu optimis perseroan menatap bisnis jasa angkutan batubara di tahun ini seiring dengan membaiknya harga komoditas dunia. Tak ayal, emiten jasa angkutan kapal ini sangat agresif menargetkan pertumbuhan bisnis.

Perseroan tahun ini membidik 16 kontrak baru untuk pemindah muatan batubara di floating loading facility (FLF) dan pengangkatan batubara di tugs and barges.” Selain membidik 16 kontrak baru, perseroan juga berencana menambah 5 set kapal barges dan tugboat pada tahun ini. Kalau diversifikasi berlangsung lancar, perusahaan bisa menambah lagi koleksi kapal miliknya untuk mengangkut palm oil. “ujar Imelda.

BERITA TERKAIT

Ekonomi 2018 Diprediksi Mampu Tumbuh Minimal 5,1%

      NERACA   Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai…

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Harga Properti di KIJA Bakal Terkerek Naik - Hadirkan Pameran IAE

NERACA Jakarta – Geliat PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membangun industri pariwisata cukup besar. Tengok saja, selain menggarap kawasan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasar Reksadana Marak di Tahun Politik

Di tahun politik saat ini, invetasi reksadana masih menjadi pilihan utama bagi para investor pasar modal. Oleh karena itu, manajer…

BNI Rilis Convertible Bond Rp 2 Triliun

Dalam rangka perkuat modal, PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk akan mengeluarkan obligasi yang bisa dikonversi atau convertible bond guna…

BUMD dan Swasta di NTB Didorong Go Public

NERACA Mataram – Perbanyak jumlah emiten di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) aktif melakukan roadshow dan edukasi pasar…