BEI Sesumbar Satu Starup Listing Tahun Ini - Hasil Produk IDX Incubator

NERACA

Jakarta – Menjamurnya perusahaan startup di Indonesia, menjadi bidikan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong perusahaan starup listing di pasar modal. Kepala Divisi Pengembangan Investor BEI, Irmawati Amran mengatakan, ada satu perusahaan startup dari IDX incubator yang berpotensi go public di pasar saham.

Dia mengungkapkan perusahaan itu adalah fintech investasi.”‎Karena kan kita Net Tangible Asset (NTA) Rp5 miliar. Ada satu yang sudah mencukupi itu untuk potensi, t‎api kita tahu untuk go public tidak hanya itu saja yang paling penting adalah GCG-nya,”ujarnya di Jakarta, Kamis (11/1).

Irmawati mengungkapkan, perusahaan fintech saat ini berpeluang besar untuk masuk bursa, karena penetrasi penggunaan kredit melalui bank di Indonesia masih sangat minim digapai oleh masyarakat biasa.”Karena ‎itulah e-Money sukses di sini, karena orang tidak punya kredit. Kalau tidak salah saya datanya tahu baru 60 persen yang bankable, walaupun tidak punya rekening dan kartu kredit bisa belanja online," tuturnya.

Walaupun demikian, Irma mengaku masih ada beberapa perusahaan startup yang berpotensi masuk ke bursa. Tapi, dia belum bisa menjelaskan dengan detail kapan perusahaan tersebut resmi masuk pasar modal. Menurutnya masih ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut.”K‎ita berusaha tahun ini itu jadi target saya, supaya mereka siap. Karena ini mental dari CEOnya juga harus percaya bahwa GCG memamg harus dilakukan untuk bisa tumbuh," ujarnya.

Adapun satu perusahaan startup yang ingin resmi IPO tersebut sudah bertemu dengan sejumlah penjamin pelaksana emisi (underwriter). "Sud‎ah bertemu sama underwriter dan sudah kasih arahan dalam perspektif finansial, seperti berapa modal disetor yang harus dipenuhi semacam itu,”kata Irma.

Sebelumnya, Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyabut baik rencana perusahaan ojek online terbesar di Indonesia yakni Go-Jek masuk ke pasar modal dengan mekanisme penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Dijelaskannya, Go-Jek bisa dual listing dengan mencatatkan saham di luar negeri, tapi juga melakukan IPO di Indonesia. Hal itu dapat dilakukan apabila Go-Jek mengincar dana yang besar dari pasar modal.

Namun demikian, Tito memastikan, pasar modal Indonesia dirasa sanggup untuk menyerap apabila Go-Jek mencari dana hingga Rp10 triliun. Asal tahu saja, selain perusahaan starup yang berniat listing di pasar modal ada juga anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berniat IPO.

Direktur Utama PT Pelindo (Persero) II, Elvyn G Masassya mengatakan, dua anak usahanya siap melantai di BEI atau go public pada tahun ini. Kedua perusahaan tersebut yakni PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PT PTP).”Kita harapkan tahun ini Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) bisa go public. Underwriter belum diputuskan. Semoga ujung semester pertama sudah melantai," tuturnya.

Sedangkan untuk PT Pelabuhan Tanjung Priok, kata Elvyn, direncanakan pada semester II tahun ini karena masih harus melakukan kajian ulang. Dirinyaa berharap, market capital atau valuasi pasar masing-masing anak usaha yang bakal IPO ini sekitar Rp 2 triliun dengan maksimal saham yang akan dilepas sebesar 30%.”Market caps nya kami harapkan sekitar Rp 2 triliun setiap perusahaan. Maksimal 30 persen saham yang akan dilepas,”jelasnya.

BERITA TERKAIT

Pemprov Banten Bantu Pemasaran 'Online' Produk Rumahan

Pemprov Banten Bantu Pemasaran 'Online' Produk Rumahan NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak,…

Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun - IHSG Sepekan Tumbuh 1,07%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dicatatkan di Singapura - Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

META Bagikan Dividen Rp 2,5 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal membagikan dividen interim kepada seluruh pemegang saham sebesar Rp 2,5 per…