OJK Edukasi Nabung Saham Hingga Nagari - Dorong Minat Investasi Saham

NERACA

Padang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar) menyosialisasikan gerakan nabung saham hingga ke tingkat nagari atau desa untuk mengenalkan investasi di pasar modal kepada masyarakat.”Masyarakat perlu diedukasi agar lebih bijak dan cerdas mengelola keuangan, salah satunya dengan berinvestasi di pasar modal," kata Pelaksana Tugas Kepala OJK Sumbar, Darwisman di Padang, kemarin.

Dua nagari yang dijadikan lokasi sosialisasi nabung saham adalah Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung dan Nagari Sumani, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok. Sosialisasi itu digelar OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, Galeri Investasi Syariah IAIN Batusangkar, serta PT Indo Premier Sekuritas pada 9-10 Januari 2018.

Menurutnya, sosialisasi nabung saham sejalan dengan implementasi dua poin dari Nawacita yang dicanangkan pemerintah, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Disebutkan, hingga Desember 2017 jumlah investor asal Sumbar yang menanamkan uang di pasar modal mencapai 8.724 investor dengan nilai aset saham Rp611 miliar dan aset non saham berupa sukuk, obligasi, reksadana mencapai Rp1,01 triliun. Dirinya mengajak masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya.

Dia menuturkan kepemilikan atas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham. Tengok saja, saham BRI pada awal 2017 berada pada kisaran harga Rp2.400 per lembar dan pada akhir 2017 saham BRI diperdagangkan di level harga Rp3.600 per lembar atau mengalami kenaikan sebesar Rp1.200 per lembar setara dengan 50%.”Seandainya pada awal 2017 kita memiliki 5.000 lembar saham BRI, atau senilai Rp12 juta maka dengan kenaikan sebesar 50% selama tahun 2017, saham BRI yang kita miliki pada akhir tahun akan menjadi Rp18 juta," ujarnya.

Dia menambahkan pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, MNC AM Gelar Edukasi Pasar Modal

Tahun ini, MNC Asset Management akan menggelar sosialisasi dan edukasi dihadapan komunitas banker wanita mengenai pentingnya berinvestasi reksa dana. Branch…

Link Net Buyback Saham 216,03 Juta Saham

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Link Net Tbk (LINK) sepakat untuk memberi kewenangan kepada manajemen…

Ristia Bintang Rights Issue 653,44 Juta Saham - Akuisisi Hotel Le MeRidien di Bali

NERACA Jakarta – Danai ekspansi bisnisnya, PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) masih memilih pendanaan pasar modal sebagai andalannya. Berdasarkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PP Presisisi Serap Dana IPO Rp 201,3 Miliar

Sejak debut perdananya di pasar modal, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengklaim sudah menghabiskan dana initial public offering (IPO) sebesar…

Investor Saham di Sulawesi Utara Tidak Panik

Investor di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak terpengaruh dengan runtuhnya selasar gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin…

MNC Sekuritas Agen Penjual Sukri SR-010

Sebagai perusahaan sekuritas yang memberikan jasa keuangan yang menyeluruh, PT MNC Sekuritas membuktikan komitmen dalam menyediakan beragam produk investasi yang…