PT KAI Bakal Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta - Dalam rangka mendanai pengembangan bisnisnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero akan menerbitkan kembali surat utang (obligasi) senilai maksimal Rp2 triliun yang ditargetkan terealisasi pada semester I 2018.”Pada prinsipnya pemegang saham atau Kementerian BUMN sudah menyetujui KAI menerbitkan obligasi di tahun 2018," kata Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro di Jakarta, kemarin.

Menurut Edi, langkah perseroan untuk menerbitkan obligasi sudah mendapat persetujuan, tinggal menyampaikan syarat lainnya secara tertulis seperti peruntukan dana hasil obligasi, waktu dan semacam evaluasi dari obligasi sebelumnya. Sebelumnya, pada November 2017 KAI juga telah menerbitkan obligasi senilai Rp2 miliar.

Namun tingginya kebutuhan dana untuk pengembangan usaha perseroan, KAI akan menerbitkan kembali obligasi pada 2018. Nantinya jika terealisasi, dana hasil obligasi 2018 akan dialokasikan untuk pengadaan/peremajaan armada kereta api. Disebutkan, saat ini sebagian besar gerbong KAI sudah berusia di atas 30 tahun sehingga butuh penggantian.”Butuh peremajaan atau juga membeli rangkaian kereta. Kita membutuhkan setidaknya 800 gerbong kereta, sementara kapasitas produksi PT INKA (Persero) terbatas,”kata Edi.

Oleh karena itu, lanjutnya, perseroan akan mendatangkan sebanyak 4 rangkaian kereta (trainset). Satu trainset terdiri atas 10 gerbong. Direncanakan sebelum lebaran 2018, pesanan 4 trainset sudah bisa diterima, terutama untuk menambah kapasitas angkutan penumpang. Tahun ini, PT KAI menargetkan pendapatan sebesar Rp1,7 triliun, tumbuh 21,4% dibanding prognosa pendapatan tahun 2017 sekitar Rp1,4 triliun.”Pertumbuhan laba 2018 berasal dari peningkatan pendapatan perseroan yang ditargetkan mencapai Rp21 triliun, melonjak dari tahun 2017 yang diperkirakan sekitar Rp17 triliun," kata Edi Sukmoro.

Dirinya menjelaskan, peningkatan kinerja usaha KAI pada 2018 akan didorong perkiraan berlanjutnya pendapatan dari layanan penumpang dan angkutan barang seperti yang dicapai pada 2017.”Kenaikan laba sebesar 21,4% sudah sangat bagus. Angka itu tinggi lah... KAI kan perusahaan untuk melayani publik bukan murni bisnis, keuntungannya harus dikembalikan ke pelayanan," tegasnya.

Selama tahun 2017, KAI mengangkut penumpang hingga 389 juta, melebihi dari target yang ditetapkan sebanyak sebanyak 379 juta penumpang. Penumpang KA melonjak didorong sejumlah faktor, yaitu beralihnya penumpang angkutan darat atau jalan raya ke moda KA untuk menghindari kemacetan dan lebih memberikan kepastian waktu kedatangan.”Pendapatan dari angkutan barang juga meningkat meskipun dari sisi volume targetnya tidak tercapai," katanya.

Dia menyebutkan, angkutan barang sendiri pada 2018 ditargetkan bisa mengangkut 50 juta ton dari realisasi 2017 sebanyak 40 juta ton.”Pada 2017 target penumpang tercapai tercapai, sedangkan target angkutan barang hanya 91%" ujarnya.

BERITA TERKAIT

Selain Asean, BEI Bakal Roadshow Ke Eropa

Dalam rangka meningkatkan likuiditas di pasar modal dan juga mengenjot pertumbuhan investor asing, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menggelar…

Maybank Sediakan Fasilitas Pinjaman Rp3 Triliun untuk AP II

      NERACA   Jakarta - PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) meningkatkan kemitraan strategis dengan PT Angkasa…

BUMI Cicil Lunasi Utang Rp 2,55 Triliun

NERACA Jakarta – Komitmen untuk memangkas beban utang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah melakukan pembayaran utang sebesar US$167,48 miliar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…