PP Properti Proyeksikan Tumbuh Lebih Baik - Geliat Industri Properti

NERACA

Jakarta –Optimisme pasar properti di 2018 akan tumbuh positif dibanding tahun lalu, mendorong pelaku industri properti untuk agresif mengembangkan ekspansi bisnisnya. Meskipun tahun ini memasuki tahun politik, industri properti diyakini akan terus tumbuh.

Hal inipun diakui Direktur Utama PT PP Properti Tbk (PPRO), Taufik Hidayat, geliat industri properti diproyeksi bisa tumbuh lebih baik di 2018 muncul ketika pemerintahpercaya diri terhadap situasi dan kondisi ekonomi dalam negeri, termasuk sejumlah upaya menekan risiko yang datang dan bisa menghambat laju perekonomian.

Menurutnya, pada 2017 situasi dan kondisi ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh pergerakan ekonomi global. Hal itu dipicu oleh kebijakan ekonomi Amerika dan perlambatan di ekonomi Cina.”Dua negara ini yaitu Amerika Serikat dan Cina merupakan tujuan ekspor terbesar Indonesia sehingga keduanya ketika turun akan memengaruhi kondisi dalam negeri khususnya bisnis properti kelas atas," katanya di Jakarta, Selasa (9/1).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hal tersebut juga bisa dilihat dari persewaan kantor di jalan utama di Jakarta turun, ada imbas terhadap sewa hotel bintang lima melemah, dan apartemen kelas atas relatif mengalami penurunan. Maka dari itu, pertumbuhan akan terjadi di kelas menengah dan kelas bawah. "Tapi, justru di kelas menengah dan bawah itu backlog dan di situ sekitar 10 juta sampai 11 juta di kelas bawah dan menengah," tuturnya.

Taufik menambahkan PP Properti meyakini bisa terus tumbuh positif di 2017 dan di 2018. Pasalnya, pihaknya menyasar segmen kelas menengah dan kelas bawah. "Di PP Properti kami menyasar kelas menengah dan fokus kepada lokasi point interest yang bagus untuk kelas menengah baik di kampus atau kawasan industri," pungkasnya.

Sebagai informasi, tahun ini PP Properti menargetkan pertumbuhan marketing sales 25% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 3,8 triliun dan laba bersih Rp 528 miliar atau tumbuh 20% dari pencapaian sebelumnya. Selain itu, perseroan juga akan memfokuskan diri pada pengembangan landbank yang telah dimiliki. Sekitar 297 hektare total lahan yang telah dimiliki perseroan dan seluruhnya akan lanjut produksi di tahun ini.

Jumlah site proyek yang akan siap dikembangkan ada 26 site yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia antara lain Cibubur, Depok, Semarang, Bandung, Surabaya dan daerah lain.”Belanja modal di 2018 hanya sekitar Rp 1,8 triliun sebagian besar akan digunakan untuk bayar cicilan land bank, kalaupun ada utang sifatnya hanya untuk refinancing. Dengan begitu rasio keuangan akan terkendali di mana utang berbunga akan diminimalisir," lanjut Taufik.

BERITA TERKAIT

Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun - IHSG Sepekan Tumbuh 1,07%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

Logindo Targetkan Pendapatan Tumbuh 10%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% pada tahun ini, seiring peningkatan…

BTN Yakin Target Tercapai - Triwulan I DPK Tumbuh 23,54%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan peningkatan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 23,54%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dicatatkan di Singapura - Garuda Optimis Bond Mampu Diserap Pasar

NERACA Jakarta – Danai pelunasan utang, PT Garuda Indonesia (Persero) bakal menerbitkan global bond dan hingga US$ 750 juta. Aksi…

OJK Edukasi Pasar Modal Syariah di Bekasi

  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengintensifkan sosialisasi seputar pasar modal berbasis syariah guna meningkatkan pengetahuan dan penerimaan masyarakat seperti dilakukan…

META Bagikan Dividen Rp 2,5 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal membagikan dividen interim kepada seluruh pemegang saham sebesar Rp 2,5 per…