Rupiah Menguat Rp8.892/USD

NERACA

Jakarta-- Laporan manufaktur China memberikan harapan baru. Sehingga membuat perdagangan di Asia turut membaik. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun berhasil menguat. Pasar AS dan Eropa yang ditutup positif akan membawa pasar Asia ke zona positif pula. "Termasuk rupiah juga berpotensi menguat," kata Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsi di Jakarta, Kamis (2/2)

Dari catatan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada di level Rp8.892 per USD, dengan range perdagangan Rp8.848-Rp8.936 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol di level Rp8.950 per USD, dengan range perdagangan Rp8.972-Rp8.992 per USD.

Lana menambahkan pasar AS dan Eropa yang ditutup positif akan membawa pasar Asia ke zona positif pula. Sementara, analis valuta asing Rahadyo Anggoro menilai, dari faktor internal, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan bergerak stabil pascapengumuman inflasi Januari yang sesuai ekspektasi BI dan sejumlah pelaku pasar.

Sementara itu, gambaran kondisi di Eropa masih seputar krisis. Terpantau euro juga melemah terhadap USD. KTT Eropa yang sudah berlangsung sejak Senin lalu juga masih ditunggu-tunggu hasilnya oleh pelaku pasar. "Data pengangguran di Eropa tercatat 10,4 persen. Data AS juga kurang bagus. Kedua negara kondisi belum bagus. Tapi Eropa lebih buruk dari AS," tutur dia.

Padahal sebelumnya, Rahadyo sempat memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar diprediksi bergerak stabil pascapengumuman inflasi Januari. "Range masih stabil Rp8.975-9.010 per USD," tegasnya

Dia menuturkan, inflasi Januari tahun ini sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia (BI) dan sejumlah pelaku pasar yaitu berada di level 0,76 persen. Sementara itu, gambaran kondisi di Eropa masih seputar krisis. Terpantau euro juga melemah terhadap dolar. KTT Eropa yang sudah berlangsung sejak Senin lalu juga masih ditunggu-tunggu hasilnya oleh pelaku pasar. "Data pengangguran di Eropa tercatat 10,4 persen. Data AS juga kurang bagus. Kedua negara kondisi belum bagus. Tapi Eropa lebih buruk dari AS," tandasnya.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah tipis, data inflasi Januari di kisaran 0,76 persen nampaknya belum mampu membawa rupiah menguat. erdasarkan kurs tengah BI rupiah berada pada level Rp9.022 per USD, dengan range perdagangan Rp8.977-Rp9.067 per USD. Sementara, menurut yahoofinance rupiah berada pada level Rp9.022 per USD, dengan range perdagangan Rp8.985-Rp9.035 per USD. **cahyo

BERITA TERKAIT

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar - Meski Kondisi Ekonomi Prihatin

Zakat Idul Fitri Warga Depok Bisa Capai Rp8,6 Miliar  Meski Kondisi Ekonomi Prihatin NERACA Depok - Asisten Bidang Pemerintah, Hukum…

BI : Dolar Tekan Rupiah Hingga Akhir 2018

      NERACA   Jakarta - Keperkasaan dolar AS terus menekan nilai tukar Rupiah dan mata uang negara lain…

Rupiah Loyo, Laba Bersih KIJA Menyusut 75%

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal pertama 2018 sekitar 75% atau berkurang Rp 15…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…