Di Yogya, Kredit Perbankan Capai Rp 17,9 Triliun

NERACA

Yogyakarta--Kredit perbankan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2011 mengalami pertumbuhan pesat hingga mencapai Rp 17,94 triliun. Angka itu berarti meningkat Rp 3,36 triliun atau 23,03% dibandingan tahun 2010 yang sebesar Rp 14,59 triliun. " Khusus bank umum, penyaluran kredit meningkat 23,92% menjadi Rp 15,75%," kata Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Yogyakarta, Dewi Setyowati kepada wartawan di Yogyakarta, Kamis (2/2)

Berdasarkan penggunaanya kata Dewi, kredit bank umum ke sektor modal kerja meningkat 32,48 persen menjadi Rp 6,46 Triliun. Kredit konsumsi naik 22,65% menjadi Rp 7,11 Triliun. Sedangkan kredit investasi tumbuh 7,03% menjadi Rp 2,18 Triliun.

Dewi menambahkan untuk bank Syariah sepanjang tahun 2011 juga mengalami pertumbuhan yang tinggi. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 35,5% menjadi Rp 1,67 Triliun dan pembiayaan tumbuh 58,80% menjadi Rp 1,39 Triliun. Pada tahun 2011, aset perbankan syariah tumbuh 33,58% menjadi Rp 2,36 Triliun. "Peningkatan ini didorong maraknya pendirian bank syariah dalam dua tahun terakhir di DIY serta didukung potensi pasar yang masih cukup besar," katanya.

Untuk usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tahun 2011 juga tumbuh relatif tinggi. Penghimpunan DPK tumbuh 20,74% dan kredit yang disalurkan tumbuh 17,00%. Untuk kredit UMKM yang penggunaannya untuk mendukung kegiatan produktif, baik dalam bentuk Modal Kerja dan Investasi juga meningkat cukup pesat. Kredit UMKM tercatat sebesar Rp 7,0 triliun atau naik 29,43% dengan jumlah rekening mencapai 232.136 rekening peminjam. **cahyo

BERITA TERKAIT

Temu Bisnis Pengembang Raih Transaksi Rp10 Triliun

Temu Bisnis Pengembang Raih Transaksi Rp10 Triliun NERACA Nusa Dua, Bali - Kongres The International Real Estate Federation (FIABCI) di…

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 11,5%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,5 persen pada 2019 lebih rendah…

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Masalah Fintech, LBH dan OJK Masih Deadlock

      NERACA   Jakarta - Pertemuan antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta belum…

Penyaluran KUR 2018 Capai 95,2%

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Bank Nagari Didorong jadi Bank Syariah

    NERACA   Padang - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat (Sumbar) mendorong percepatan konversi Bank Pembangunan Daerah Sumatera…