WIC Pun Kagumi Tape Ketan Kuningan

Kuningan - Tape Ketan adalah salah satu produk unggulan Kabupaten Kuningan. Dari beberapa home industry yang tersebar, tape ketan pun kerap dijajakan di hampir setiap titik strategis, seperti lampu merah, objek wisata dan tempat-tempat strategis lainnya.

Tape ketan juga ternyata telah membuat para utusan dari beberapa negara yang tergabung dalam Women International Club (WIC) penasaran mendalaminya.

Ketika WIC yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kuningan Hj Utj Ch Suganda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) Uca Somantri, berkunjung ke salah satu home industry di Desa/Kecamatan Cibeureum, mereka terperangah dan merasa salut kepada sentra tape ketan yang mampu memproduksi dalam jumlah yang cukup banyak itu, apalagi sebagian besar pegawai sentra tape ketan itu adalah perempuan.

“Saya ingin coba ikut membungkus tape ketan ini, kayaknya asyik. Kalau diijinkan Saya juga ingin ikut mengolahnya dari awal,” ujar salah seorang anggota ICW dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata itu.

Menurut data dari Dinas KUKM, Desa Sindangjawa Kecamatan Cibingbin adalah pemasok bahan baku tape ketan terbesar. Ada seluas 5 sampai 7 hektar lahan yang disediakan untuk menanam beras ketan. Satu kali panen, bisa menghasilkan sekitar 105 kuintal gabah kering. Sayangnya, petani disana kurang minat, dengan alasan dalam satu tahun, tanaman ketan itu hanya bisa dipanen satu kali.

Akibatnya, para pelaku usaha tape ketan harus mengimpor bahan baku ketan dari luar Kuningan, seperti Brebes dan Tegal. Tidak hanya itu, bahan pelengkap seperti daun jambu dan ember masih mendatangkan dari luar Kuningan. Padahal untuk menanam beras ketan dan daun jambu, tanah di Kuningan cukup potensial untuk digarap. Namun sepertinya itu belum diperhatikan oleh pemerintah.

Sementara itu, WIC merupakan organisasi yang telah berdiri sejak 1950. WIC Klub adalah organisasi non politik dan non profit. Mereka terbuka hanya untuk perempuan, dan dijalankan oleh anggota maksimal 20 orang. Komite Eksekutif multinasional, dipilih oleh keanggotaan untuk periode dua tahun. Bahasa resmi komunikasi bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. “WIC memberikan kesempatan untuk wanita dari seluruh dunia untuk bertemu dan berbaur dengan perempuan lain secara pribadi,” tambah Ketua TP PKK, Hj. Utje.

Selain mengunjungi sentra tape ketan di Cibeureum, para anggota WIC dalam kunjungannya ke Kabupaten Kuningan juga mengunjungi beberapa obyek wisata yang ada di Kuningan diantaranya ke Waduk Darma, Sidomba, Cibulan dan Gedung Perundingan Linggajati. Dalam kunjungannya tersebut mereka mengungkapkan kekagumannya terhadap alam yang ada di Kabupaten Kuningan yang masih alami dengan udara yang sejuk. (nung)

BERITA TERKAIT

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96%

PBB Kuningan Mencapai Target, Sentuh 96% NERACA Kuningan – Objek pajak di lingkup kota memang sudah sejak lama susah ditarget…

Sekda Kuningan Harapkan Sinergitas Stakeholder Hadapi Curah Hujan Tinggi

Sekda Kuningan Harapkan Sinergitas Stakeholder Hadapi Curah Hujan Tinggi NERACA Kuningan – Musim hujan yang intensitasnya mulai tinggi membuat sebagian…

Gubernur Emil Lantik Acep-Edo Jadi Bupati Kuningan

Gubernur Emil Lantik Acep-Edo Jadi Bupati Kuningan NERACA Kuningan - Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil meminta kepada Bupati Kuningan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas

Pemkot Sukabumi Terus Berikan Perhatian Kepada Penyandang Disabilitas NERACA Sukabumi - Walikota Sukabumi Achmad Fahmi mengakui jika fasilitas khusus untuk…

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification

Padi Organik jadi Sektor Unggulan, Petani Dilatih Metode System of Rice Intensification NERACA Jakarta - Dalam menjalankan program tanggung jawab…

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen

OUE Lippo Healthcare Bangun Rumah Sakit Internasional di Shenzhen NERACA  Jakarta - Grup Lippo terus melebarkan ekspansi usaha. Tak lama…