Hyundai Bidik 4,68 Juta Kendaraan Terjual Pada 2018

Hyundai Motor menargetkan penjualan sebanyak 4,68 juta unit kendaraan secara global pada 2018, menurut produsen mobil asal Korea Selatan. Target 4,68 juta unit kendaraan itu ditargetkan bisa diraih dengan rincian sebanyak 3,97 juta kendaraan di pasar global dan luar negeri ditambah 701.000 kendaraan untuk pasar domestik, kata perusahaan itu.

Sebelumnya, Hyundai telah menargetkan penjualan lebih dari 5 juta unit kendaraan pada 2017, namun hingga kini mereka belum mengumumkan hasil penjualan sepanjang tahun lalu. Hyundai mengandalkan sejumlah model SUV untuk bersaing di pasar global antara lain model Creta, Santa Fe dan Tucson. Mereka juga memiliki model sedan populer yaitu Hyundai Elantra, Genesis dan Sonata yang juga dijual di pasar Indonesia, demikian Reuters, yang disalin dari Antara.

Pada Desember tahun lalu, Hyundai diwartakan akan menghadapi tantangan penjualan yang dipicu oleh melemahnya mata uang yen yang menyebabkan naiknya ekspor produk otomotif asal Jepang pada tahun 2018. Melemahnya mata uang yen akan meningkatkan persaingan di pasar utama, seperti China dan Amerika Serikat, kendati permintaan secara keseluruhan diperkirakan akan menyusut pada 2018, menurut para pakar.

"Nilai tukar mata uang diperkirakan akan memburuk tahun depan," kata Lee Bo-sung dari Global Business Intelligence Centre, dalam sebuah konferensi pers dilansir Reuters, disalin dari Antara. "Pelemahan yen diperkirakan akan menjadi tantangan terbesar bagi produsen mobil Korea Selatan tahun depan, karena mereka bersaing dengan Jepang," kata Lee.

Dia mengatakan, selisih harga antara mobil Korea dan Jepang semakin ketat karena penurunan yen. Pelemahan yen dan keuntungan yang lebih tinggi juga memungkinkan produsen mobil Jepang meningkatkan investasi dan meraih pangsa pasar di China dan pasar negara berkembang lainnya, yang menjadi andalan Hyundai, katanya.

Laba bersih Hyundai Motor turun hampir sepertiga dalam tahun ini, dan kemungkinan target penjualan tahunan mereka akan meleset dengan marjin yang besar. Hal itu juga dipicu pergeseran minat konsumen ke segmen sport (SUV) dan perselisihan diplomatik dengan Beijing.

Hyundai Motor mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya pada tahun depan akan meluncurkan tiga SUV di Amerika Serikat antara lain Santa Fe, Kona, dan Tucson, guna mengambil momentum penjualan. Sedangkan di China, Hyundai dan Kia akan merilis tiga SUV kecil yang untuk tahun depan.

BERITA TERKAIT

BRI Targetkan 300.000 Kartu Kredit Baru pada 2018

      NERACA   Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk optimistis akan target menerbitkan 300.000 kartu kredit…

Aspira Ikut Tingkatkan Kompetensi SMK - SMK Sales Award 2018

  NERACA   Jakarta - Dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kompetensi siswa/i SMK Kompetensi Keahlian…

Baramulti Suksessarana Bagi Dividen US$ 42 Juta

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan pertumbuhan pendapatan 61,79% dari US$ 242,6 juta menjadi US$ 392,57…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Apa Saja Deretan Mobil Terbaru yang Bakal Mejeng di IIMS 2018?

Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 akan menjadi panggung bagi para agen pemegang merek (APM) untuk memperkenalkan produk terbarunya ke…

VW Akan Produksi Mobil Sport Pertama di Brasil

Volkswagen (VW) berencana memproduksi kendaraan sport (SUV) pertamanya di Brasil guna menyambut pulihnya pasar otomotif di Amerika Selatan, meski pertumbuhan…

Audi Ingin Gandakan Penjualan di China Dalam 6 Tahun

NERACA Jakarta – Merek premium dari grup Volkswagen, Audi, menyatakan ingin melipatgandakan angka penjualan selama enam tahun mendatang di China…