Momentum Hanya Terjadi Satu Kali

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri

Penerus Bill Gates tidak akan membuat sistem operasi. Penerus Larry Page atau Sergey Brin tidak akan membuat mesin pencari. Dan penerus Mark Zuckerberg tidak akan menciptakan jejaring sosial. Jika Anda meniru tokoh-tokoh itu Anda tidak memetik pelajaran dari mereka. Meniru itu lebih mudah daripada membuat sesuatu yang baru. Mengerjakan sesuatu yang sudah kita ketahui caranya, sama dengan membawa dunia dari 1 ke n, hanya menambahkan sesuatu ke hal yang memang sudah ada dan sudah biasa. Namun setiap kali kita menciptakan sesuatu yang baru, berarti kita berangkat dari 0 ke 1 atau zero to one. Aksi penciptaan merupakan sesuatu yang tunggal sama seperti momen penciptaan, dan hasilnya adalah sesuatu yang segar dan tidak lazim.

Alenia ini adalah dikutip dari pengantar buku yang berjudul "Zero to One" yang ditulis oleh Peter Thiel. Buku ini memberikan stimulasi dan motivasi dengan satu pesan "Membangun Startup, Membangun Masa Depan". Peter Thiel sendiri adalah salah satu pendiri PayPal dan Palantir. Ia seorang investor luar pertama di facebook. Pemodal bagi perusahaan-perusahaan seperti SpaceX dan Linkedln, serta pendiri Thiel Fellowship yang selalu mendorong kaum muda untuk memprioritaskan belajar ketimbang memilih pendidikan formal.

Penulis mencoba melakukan pendalaman berdasarkan nalarnya sendiri dalam satu kerangka pembelajaran memahami fenomena ekonomi, industri dan bisnis dewasa ini. Beberapa catatan penting yang coba dihayati antara lain adalah bahwa kita sedang berkompetisi. Dalam lingkungan dengan kadar kompetisi yang begitu tinggi, kita harus membangun keunggulan dan menguasai jaringan bisnis sesuai dengan kompetensi intinya.

Prahalad merumuskan konsep kompetensi inti sebagai sesuatu yang memberikan akses potensial ke berbagai jenis pasar, membuat kontribusi penting ke pelanggan yang merasa diuntungkan dari produk akhir yang dibelinya, dan sulit bagi para pesaing untuk menirunya. Co-Creating Unique Value with Customers, yang kemudian oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne diperkaya dalam bukunya yang berjudul "Blue Ocean Strategy". "Tag linenya adalah" Ciptakan Ruang Pasar Tanpa Pesaing dan Biarkan Kompetisi Tak Relevan Lagi".

Pertanyaannya apa memang harus demikian kita hidup dalam lingkungan ekonomi, industri dan bisnis dewasa ini. Apakah jika tidak seperti itu, nasib kita hanya akan menjadi pecundang, dan negeri kita hanya akan menjadi followers yang admin nya dikendalikan oleh mereka yang unggul?

Boleh jadi bisa seperti itu, dan akhirnya kesejahteraan yang dengan susah payah kita bangun hanya dimanfaatkan oleh para champion ekonomi, industri dan bisnis dari luar yang mampu melangkah dari zero to one, atau yang mampu co-creating unique value with customers, serta yang lebih advance lagi dan super gila, terkesan mengada-ada adalah mereka yang berhasil menciptakan ruang pasar tanpa pesaing, dan membiarkan kompetisi tak relevan lagi. Menguasai pasar dengan segala perilakunya adalah satu hal. Dan menjadi berkeunggulan adalah hal lain yang kita butuhkan.

BERITA TERKAIT

Pemerintah Masih Susun Perpres Kebijakan Satu Data

    NERACA   Jakarta - Pemerintah masih menyusun rancangan Peraturan Presiden (Perpres) terkait Kebijakan Satu Data atau 'One Data…

Tak Hanya Diusut, KPK Diminta Sita Aset - Kasus BLBI

    NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang…

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan tahun 2018 adalah periode momentum…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Mungkinkah R&D Jadi Perusahaan Teknologi?

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Kalau pertanyaan dibuka dengan kata mungkinkah, maka jawaban yang tersembunyi di…

Gaduh Pilkada Serentak

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi   Dosen Pascasarjana  Universitas Muhammadiyah Solo Konflik pilkada serentak telah dimulai dan beralasan…

Perlu Revitalisasi BMT

Oleh : Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Keberadaan dari  Baitulmaal Waa Tanwil (BMT) memberikan sebuah kekuatan ekonomi bagi bangsa ditengah…