Bisnis Jalan Tol Jasa Marga Makin Menggurita - Raih Proyek Tol Rp 38,1 Triliun

NERACA

Jakarta – Mengawali tahun 2018, bisnis jalan tol yang digeluti PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) sudah mengantungi beberapa proyek baru. Teranyar, perusahaan pelat merah ini baru saja memenangkan lelang proyek jalan tol senilai total Rp38,1 triliun. Konsesi yang berhasil didapatkan perseroan adalah ruas tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Selatan.

AVP Corporate Communication JSMR, Dwimawan Heru mengatakan, jumlah kontrak tersebut terbagi atas proyek jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi senilai Rp23,4 triliun dan proyek jalan tol Jakarta–Cikampek II Selatan senilai Rp14,7 triliun. Lelang proyek Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi itu membentang sepanjang 172,91 km yang dimenangkan oleh konsorsium perusahaan pelat merah yang terdiri atas Jasa Marga, PT Waskita Toll Road, dan PT Brantas Abipraya (Persero).”Jalan tol yang tergabung ke dalam mega proyek Trans Jawa ini rencananya akan dioperasikan pada tahun 2019," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/1).

Pada proyek tol Probolinggo-Banyuwangi yang merupakan joint venture bersama, perseroan melakukan penyertaan saham pada suatu perusahaan patungan bernama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi. Dimana perseroan melakukan penyertaan saham pada PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi sebesar Rp32,45 miliar atau sebanyak 32.450 saham atau setara 55% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan patungan tersebut.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk lelang proyek jalan tol Jakarta–Cikampek II Selatan akan membentang sepanjang 64 km. Ruas tol tersebut dimenangi oleh konsorsium Jasa Marga dan PT Wira Nusantara Bumi. Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan yang merupakan inisiatif Jasa Marga ini diproyeksikan akan beroperasi pada 2020. Perseroan juga sebelumnya telah memprakarsai jalan tol layang (elevated) Jakarta–Cikampek II yang tengah memasuki masa konstruksi.

Selain sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan mendukung program pemerintah dalam pemerataan infrastruktur, kedua proyek ini dibangun untuk meningkatkan kelancaran distribusi barang dan jasa (logistik) serta meningkatkan konektivitas di pulau Jawa. Sepanjang tahun 2018 ini, Jasa Marga menargetkan penyelesaian konstruski 246 kilometer jalan tol. Target tersebut sebagai bagian penyelesaian dari tol Trans Jawa yang harus rampung 2019 mendatang.”Banyak sekali kan ya. Itu semua harus dituntaskan karena semua bagian dari Trans Jawa, harus dituntaskan tahun ini," kata Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani.

Dirinya menjelaskan, total panjang konstruksinya yang akan diselesaikan perseroan diantaranya, Ngawi-Kertosono 49 kilometer, Solo - Ngawi 70 kilometer, Gempol-Pasuruan 20 kilometer, kemudian Salatiga-Kartasura 32 kilometer, Batang-Semarang 75 kilometer. Bila ditotalkan 246 kilometer. Dia menegaskan, untuk arus mudik lebarang, tol Batang-Semarang belum bisa dioperasionalkan secara penuh saat lebaran nanti. "Lebaran fungsional. Operasional kurang lebih triwulan tiga," ujarnya.

Perseroan, kata ia, pada 2018, bakal menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) 2018 sekitar Rp 70 triliun. Disebutukan, capex tahun ini yang non cash itu Rp 43 triliun.

BERITA TERKAIT

Andri Sukses Merakit Bisnis Ratusan Juta Rupiah - Kisah Pelapak Bukalapak

Komitmen Bukalapak sebagai perusahaan teknologi yang memiliki visi memberdayakan UKM di seluruh Indonesia melalui pemanfaatan teknologi, terus dilakukan dengan berbagai…

Medco Energi Pacu Ekspansi Bisnis Minyak - Private Placement Rp 1,54 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, emiten pertambangan PT Medco Energi International Tbk. (MEDC) bakal menggelar private…

BMRS Lunasi 20% Saham DPM Ke Antam - Raih Dana Segar dari NFC China

NERACA Jakarta – Mengantungi dana segar senilai US$ 198 juta dari NFC China, mendorong PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…