Investor Korea Tertarik Beli Bank Mutiara

NERACA

Jakarta---Sejumlah investor mulai tertarik kepada Bank Mutiara. Padahal masa penawaran Bank Mutiara baru berakhir Mei 2012 mendatang. Namun hingga saat ini baru ada lima investor yang berminat membeli eks Bank Century. "Ada dari Korea, lokal juga ada, tetapi mereka masih calon peminat ya, belum menyatakan secara formal minatnya," kata Ketua Dewan Komisioner C Lembaha Penjamin Simpanan (LPS), Heru Budiargo di Jakarta,2/2

Lebih jauh kata Heru, adapun kelima investor tersebut berasal dari dalam negeri dan luar negeri. Namun investor ini belum menyatakan minatnya secara resmi kepada LPS. "Sebenarnya investor Indonesia sendiri juga banyak yang tertarik berbisnis di bidang perbankan. Dalam negeri kita juga akan lakukan (roadshow). Kita akan temukan bussinessman yang besar-besar, " tambahnya.

Menurut Heru, harga penjualan Bank Mutiara ini masih akan mengacu pada UU yaitu sebesar Rp6,7 triliun karena telah diatur sesuai harga PMS (penempatan modal sementara). "Kita tidak bisa kurang dari itu, kalau belum laku, bisa diperpanjang setahun lagi selama lima tahun," jelas dia.

Namun setelah lima tahun, LPS boleh menjual bank tersebut dengan mengabaikan harga PMS tersebut. "Berapa penawaran terbaik atau tertinggi, tetapi saya harus optimistis bisa terjual," imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, pihaknya berharap November mendatang, pihaknya sudah bisa melepaskan Bank Mutiara kepada investor yang berminat. Karena itu, pada Mei 2012 mendatang, investor yang berminat ingin membeli sudah bisa mengirimkan surat yang menyatakan minatnya untuk membeli eks Bank Century tersebut. "Kita kasih mereka waktu tiga bulan untuk mempelajari, dari 1 Februari yang telah kita lakukan pengumuman penjualan saham tahap 2," ungkapnya

Lebih lanjut Firdaus menambahkan untuk penawaran ini, akan dilakukan pada Juni, dan uji tuntas akan dilakukan pada Juli 2012 mendatang. "Penawaran akhir di September sampai Oktober, kalau semua berjalan lancar pada November kita bisa sudah lepas bank ini," tambahnya.

Sebagai informasi LPS telah melakukan proses penjualan saham Bank Mutiara tahap 1 pada 2011. Dalam penjualan tersebut tidak ada calon investor yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahapan proses penjualan selanjutnya.

Dengan tidak adanya calon investor yang memenuhi syarat, maka sesuai amanat pasal 42 UU LPS, LPS akan membuka kembali proses penjualan saham PT Bank Mutiara Tbk pada 2012 dan proses penjualan sudah diumumkan pada 1 Februari 2012. Pada penjualan saham tahan dua ini, LPS dibantu oleh penasihat keuangan PT Danareksa Sekuritas dan Penasihat Hukum Assegaf Hamzah dan Partners (AHP). **cahyo

BERITA TERKAIT

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BEI Bilang Delisting Butuh Proses Panjang - Sikapi Kasus Bank of India

NERACA Jakarta- PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) tengah meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghapus sahamnya (delisting)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Taspen Raih Laba Bersih Rp721 miliar

      NERACA   Jakarta - PT Taspen (Persero) sepanjang tahun 2017 mencatat laba bersih sebesar Rp721,73 miliar, tumbuh…

Naik 15,5%, BTN Cetak Laba Rp3,02 triliun

      NERACA   Jakarta - Kinerja PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukan hasil positif sepanjang 2017 dengan…

Penghambat Inklusi Keuangan di Indonesia Menurut Presiden

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo menyebutkan ada dua penghambat perluasan inklusi keuangan di Indonesia, yakni…