Mestinya BI Rate Bisa Turun 4,5%

NERACA

Jakarta---Kondisi suku bunga Pinjaman Uang Antar Bank (PUAB) saat ini sekitar 4,5% dinilai sebagai momentum untuk menurunkan BI rate. Anehnya, BI rate masih bertengger di angka 6%. Padahal mestinya bisa turun. "Kalau dilihat begini, sebenarnya BI Rate bisa diturunkan 4,5%, karena suku bunga PUAB-nya di bawah 6% yaitu 4,5%," kata ekonom Mirza Adityaswara kepada wartawan di Jakarta,2/2

Menurut Mirza, suku bunga PUAB yang di bawah BI rate menunjukkan adanya ekses likuiditas jangka pendek. Karena itu bank sentral sebenarnya berpotensi ingin menurunkan BI rate di angka 4,5% dan hal ini dapat dilihat dari kebijakan BI yang menurunkan koridor suku bunga. "Penurunan ini menunjukkan BI ingin 4,5% tapi mungkin ada pertimbangan lain seperti inflasi," tambahnya.

Lebih jauh Mirza sendiri mengaku heran mengapa BI hingga saat ini belum juga ada tanda-tanda ingin menurunkan BI Rate. Tapi suku bunga PUAB tak ditarik ke 6 %. "Ini mestinya ditanyakan kepadam BI, karena BI berhati-hati menurunkan BI Rate. Ini juga menunjukkan terjadi likuiditas jangka pendek," imbuhnya

Menyinggung soal kemungkinan LPS Rate akan turun, Mirza menambahkan dalam menentukan tingkat suku bunga simpanan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) saat ini masih menggunakan acuan suku bunga atau BI Rate. Pasalnya BI Rate dinilai paling pas untuk menjadi acuan suku bunga jangka pendek."Ini kan kalau jangka panjang bisa pakai Surat Utang Negara (SUN) sebagai patokan bunga. Namun kalau Dana Pihak Ketiga (DPK) atau simpanan yang reasonable itu pakai BI rate," ujarnya

Dikataka anggota Dewan Komisioner LPS ini dalam penetapan LPS rate sendiri ada tiga faktor yang dipertimbangkan, yakni risk free rate, default risk premium, dan liquidity premium. Di mana BI rate menjadi acuan dalam penentuan risk free rate. "Komponen paling besar dalam LPS rate adalah BI rate. Jadi kalau BI rate turun, itu pasti turun. Kecuali ada situasi default dan likuiditas risk meningkat, tapi kalau ini naik BI tidak mungkin turunkan BI rate," paparnya

Terkait dengan suku bunga acuan negara-negara di dunia yang mulai turun ke level 4,5%, Mirza menilai, Bank Indonesia (BI) juga akan mengarahkan BI rate ke level tersebut dengan tetap melihat kondisi dalam negeri seperti tingkat inflasi. "Pasti kalau itu (BI rate) turun, LPS rate pasti turun. Suku bunga kredit sendiri itu perlu lihat struktur pasar," tegasnya

Ditempat terpisah, Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meminta agar BI lebih dahulu memprioritakan penurunan BI rate ketimbang meminta kenaikkan gaji. Alasanya kenaikan anggaran pengeluaran untuk gaji dewan gubernur dan pegawai pada 2012 dinilai belum perlu dilakukan. "Turunkan suku bunga dulu," tegas JK panggilan akrabnya.

JK menilai pantas atau tidaknya kenaikan gaji tersebut tergantung dari bagaimana seseorang menggunakan penghasilan yang digunakan. JK juga mengungkapkan jika gaji seorang presiden saja saat ini sebesar Rp60 juta.

"Pantas tidak pantasnya itu tergantung orangnya. Kalau suka foya-foya tidak cukup. Presiden saja gajinya Rp60 juta. Pak Darmin (Gubernur BI) saya rasa orang yang sederhana," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BI Nilai Pelonggaran Bunga Masih Bisa Berlanjut

  NERACA Jakarta - Bank Indonesia mengklaim pelonggaran suku bunga kredit perbankan masih dapat berlanjut di 2018, meskipun penurunan suku…

Koperasi Harus Bisa Mengantisipasi Perubahan Zaman

Koperasi Harus Bisa Mengantisipasi Perubahan Zaman  NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan bahwa dengan menyelenggarakan…

Lewat IPO Bisa Hindari Sengketa Keluarga

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa aksi perusahan melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO)…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BRI Syariah Kucurkan KPR Sejahtera Rp1,5 triliun

      NERACA   Jakarta - BRISyariah memberikan kemudahan kepada kaum milenial untuk segera memiliki huniah perdananya. Komitmen ini…

Penyaluran Kredit BCA Tumbuh Hingga 12,3%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menumbuhkan penyaluran kredit sebesar 12,3 persen (tahun ke…