Sektor Energi Sumbang 50% Ke PNBP

NERACA

Bali - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan sektor ESDM menyumbang hampir 50 persen dari target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun 2017 sebesar Rp129,07 triliun. "Sektor ESDM juga menjadi andalan dan berpengaruh dalam mendukung pembangunan dan perekonomian nasional," katanya di Pos Pengamatan Gunung Agung, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (2/1).

Jonan menambahkan PNBP nasional tahun 2017 mencapai Rp260 triliun. Ia mengungkapkan capain tersebut juga melampaui target sektor ESDM dalam APBN Perubahan tahun 2017 sebesar Rp111 triliun atau 116 persen dari target. Secara agregat, lanjut dia, capaian itu juga lebih besar dibandingkan dua tahun sebelumnya yakni sebesar Rp79,94 triliun pada tahun 2016 dan Rp118,7 triliun pada tahun 2015. Menteri ESDM menambahkan PNBP subsektor minyak dan gas bumi (migas) per tanggal 29 Desember 2017 diperkirakan membukukan Rp85,6 triliun atau lebih tinggi dari target 2017 sebesar Rp76,6 triliun.

Penerimaan itu didapat dari PNBP Sumber Daya Alam (SDA) Migas mencapai Rp79,6 triliun dan PNBP Migas lainnya sebesar Rp6 triliun. Jika dibandingkan tahun 2016, PNBP migas sebesar Rp49 triliun dan tahun 2015 Rp86 triliun. Selain itu, penerimaan negara yang didapat dari Pajak Penghasilan (PPh) migas sebesar Rp49 triliun, sehingga total penerimaan dari subsektor migas mencapai Rp135 triliun atau 113 persen dari target APBN Perubahan sebesar Rp119 triliun. “Tahun 2016, penerimaan dari subsektor mencapai Rp87 triliun,” ucap Menteri Jonan.

Pada periode yang sama, PNBP dari subsektor mineral dan batubara (minerba) diperkirakan menembus Rp40,6 triliun atau 125 persen lebih tinggi dari target APBN Perubahan 2017 sebesar Rp32,7 triliun. Penerimaan dari subsektor itu terdiri dari royalti sebesar Rp23,2 triliun, penjualan hasil tambang Rp16,9 triliun dan iuran tetap yang sebesar Rp500 miliar. Sebagai perbandingan, lanjut Jonan, pada tahun 2016 PNBP subsektor minerba mencapai Rp27 triliun.

Sementara itu Subsektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), lanjut Menteri ESDM, juga mencatatkan raihan PNBP 140 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Hingga 29 Desember 2017, penerimaan panas bumi diperkirakan mencapai Rp933 miliar, sedangkan target dalam APBN Perubahan 2017 sebesar Rp671 miliar. Penerimaan panas bumi itu terdiri dari PNBP Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) eksisting sebesar Rp909 miliar dan WKP Izin Panas Bumi sebesar Rp24 miliar. Selain ketiga subsektor itu, Kementerian ESDM mencatat PNBP dari beberapa kegiatan lain mencapai sekitar Rp1,87 triliun.

Jumlah itu bersumber dari PNBP Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebesar Rp1,16 triliun yang terdiri dari iuran badan usaha dari penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar Rp863 miliar dan iuran badan usaha dari pengangkutan gas bumi melalui pipa sekitar Rp294 miliar. Selain itu, sekitar Rp730 miliar diperoleh dari kegiatan-kegiatan seperti penjualan dan sewa jasa, pendidikan serta Badan Layanan Umum.

BERITA TERKAIT

ASAFF 2018: HKTI Jaring Inovator Sektor Pertanian

ASAFF 2018: HKTI Jaring Inovator Sektor Pertanian NERACA  Jakarta – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menjaring para inovator sektor pertanian…

Indonesia Dukung Global Perkokoh Energi Baru Baru Terbarukan

Oleh: Muhammad Razi Rahman Pengembangan energi baru terbarukan saat ini bukan sekadar tren yang dirasakan di berbagai negara, tetapi sudah…

Kemenperin Akselerasi Laju Hilirisasi Riset Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan (litbangyasa) di dalam negeri, terutama guna menguatkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Darmin Tampik Ekonomi Indonesia “Lampu Kuning”

  NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum 'lampu kuning'…

Proyek LRT Fase II akan Gunakan Skema KPDBU

    NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan pembangunan Light Rail Transit (LRT) Fase II…

Produksi Gas PHE Kuartal I Naik Tiga Persen

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu, mencatat…