Kereta Peluru Akita seri Komachi Merah E6

Perusahaan Kereta Api Jepang, JR East Japan, memperkenalkan desain kereta peluru Akita yang terbaru seri Komachi E6 pada 2 Februari 2010. Kereta peluru ini mulai diuji coba pada bulan Juli dengan 1 rangkaian yang terdiri dari 7 gerbong. Kereta peluru ini mulai beroperasi pada musim semi tahun berikutnya di jalur kereta peluru Tohoku berdampingan dengan seri Komachi E5. Kereta peluru ini mulai beroperasi secara penuh pada musim semi tahun 2013, menggantikan secara bertahap seri Komachi E3.

Menurut JR East Japan, kecepatan maksimum kereta peluru ini dapat mencapai 320 km per jam. Seri Komachi E6 memiliki hidung dengan panjang 13 meter, lebih pendek dari seri Komachi E5 yang memiliki hidung dengan panjang 15 meter. Seri Komachi E6 dirancang oleh desainer Okuyama Kiyoyuki, seorang mantan desainer mobil mewah Ferrari. Desain seri Komachi E6 mengambil tema Namahage dan Kanto yang berasal dari Akita dengan menggunakan warna merah di bagian atas kereta. Sementara itu, untuk peralatan rem dan daerah bagian bawah kereta masih mengambil tema kenyamanan dan performa kemudi yang digunakan oleh seri Komachi E5.

BERITA TERKAIT

Revolusi Media Digital Untuk Layanan Kereta Api - Industri Transportasi

NERACA Jakarta - Saat ini DKI Jakarta dan sekitarnya sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum di dalam…

BEI Berikan "Karpet Merah" Bagi Starup - Dorong Listing di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Sukses membawa perusahaan starup Kioson mencatatkan sahamnya di pasar modal, mendorong bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

Kereta Semi Cepat Jakarta – Surabaya akan Dibangun 2018

      NERACA   Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, proyek Kereta Api (KA) semi cepat Jakarta-Surabaya…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…