Mahasiswa Jadi Agen Anti Hoax

Zaman sekarang informasi apapun mudah untuk didapatkan. Didukung oleh perkembangan teknologi yang demikian luar biasa. Akses internet yang mudah dan maraknya penggunaan smartphone mempermudah siapapun memperoleh berita dengan cepat, serta proses menyebarluaskan berita bisa secepat kilat. Zaman yang berubah membuat masyarakat semakin terkoneksi dengan internet dan dunia digital.

Seperti yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Beliau mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menghadapi berita atau informasi yang belum jelas kebenarannya, alias hoax. Sebagai mahasiswa, juga harus berhati-hati dalam memperoleh informasi, agar tidak terjebak dalam kebohongan belaka. Mahasiswa merupakan kaum intelektual yang berpendidikan, yang mampu membedakan mana yang baik dilihat dari segi ilmu pengetahuan.

Banyak mahasiswa yang menggunakan smartphone yang didukung dengan jaringan internet yang cepat untuk memperoleh informasi, dibandingkan membeli dan membaca koran. Memang media konvensional sekarang mulai beralih ke dalam jaringan (daring) atau online, namun tetap saja susah untuk menjaring pembaca karena budaya baca di Indonesia masih rendah.

Mahasiswa banyak menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi, misalnya dari Twitter, Facebook, Instagram, Line dan lain sebagainya. Jarang mahasiswa yang membaca langsung dari sumber aslinya. Pada 2016 data yang dipaparkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut ada sebanyak 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar berita palsu dan ujaran kebencian (hate speech). Belum lagi ditambah berita atau informasi yang disebarkan di media sosial.

Mari memilah dan memilih informasi yang beredar, termasuk melalui media sosial yang memang sedang sangat marak. Jangan asal percaya terhadap berita yang belum jelas kebenarannya. Ada beberapa cara agar peka terhadap berita hoax dan tidak ikut menyebarkan berita hoax, yaitu:

1. Hati-hati dengan judul yang sensasional yang provokatif atau yang bersifat bombastis,

2. Mencermati alamat situs yang memberikan informasi

3. Memverifikasi fakta dan keaslian seperti dokumen atau foto, karena konten berupa teks dan gambar dapat dimanipulasi dengan mudah di era teknologi digital saat ini

4. Membaca isi berita atau informasi yang kita peroleh dengan cermat, agar ketika membagikan informasi kepada orang lain tidak salah

5. Jangan langsung percaya dengan informasi yang dibagikan di media sosial seperti di Facebook, Twitter, Whatsapp, Line dan lain sebagainya.

Mahasiswa harus menjadi Agen of Change dan Social Control yang baik dan berkualitas, salah satunya dengan cara meluruskan kebiasaan yang salah pada masyarakat, yakni dalam menanggapi penyebaran berita hoax. Untuk itu dalam menangkal berita hoax yang beredar, mahasiswa harus lebih peka dengan stuasi yang ada. Untuk memerangi berita hoax salah satunya dengan membudayakan literasi media kepada masyarakat.

BERITA TERKAIT

Mentan Dorong Mahasiswa Ciptakan Produk Olahan Manggis

NERACA Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong mahasiswa berinovasi untuk menciptakan produk olahan buah manggis sehingga memiliki nilai jual…

Menkop dan UKM Ajak Mahasiswa Unpam Berkoperasi

Menkop dan UKM Ajak Mahasiswa Unpam Berkoperasi NERACA Tangsel - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengajak para mahasiswa Universitas…

Publikasi Pembangunan Perbatasan Terkendala Hoax

Jakarta-Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Badan Nasional Pengelola Perbatasan, Indra Purnama, mengatakan wilayah perbatasan selama ini menjadi isu yang…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…

Pertimbangan Orangtua Agar Anak Sekolah Di Luar Negeri

      Secara rutin setiap tahun HSBC, melakukan survei global terkait dalam bidang pendidikan dalam "The Value of Education,…