Di Inggris, Bankir Tercela “Dikucilkan”

NERACA

London - Adalah Bankir kaya Fred Goodwin yang dulu menguasai Royal Bank of Scotland (RBS) dan berkedudukan di Inggris. Kini nasib bank tersebut nyaris kolaps dan mendapatkan dana talangan terbesar dalam sejarah bailout dunia pada 2008. Akibat Kegagalannya mengelola Bank RBS itulah, Fred Goodwinharus kehilangan gelar kebangsawanannya.

Bahkan Pemerintah Inggris "mencopot" gelar bangsawan yang sempat diberikan pada 2004. "Fred Goodwin telah membawa sistem penghargaan itu menjadi tidak bereputasi. Skala dan kerumitan dampak kebijakannya sebagai CEO di RBS membuat ini menjadi kasus yang luar biasa," ujar Kantor Pemerintahan Inggris dalam pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Rabu (1/2/2012).

Bukan itu saja, Goodwin juga dicap sebagai "bankir terburuk di dunia" setelah pemerintah Inggris harus menyuntikkan US$ 71 miliar atau sekitar Rp 640 triliun ke institusi perbankan yang sudah berusia 285 tahun itu. Ia kini berada di beberapa perusahaan yang tidak terkenal.

Majalah Forbes menyebut pencabutan gelar kebangsawanan Goodwin itu berarti "setara" dengan yang dilakukan pemerintah Inggris terhadap tokoh fasis Italia Benito Mussolini, pengkhianat Nazi Vidkun Quisling, Perdana Menteri Zimbabwe Robert Mugabe. Pemerintah Inggris sebelumnya juga mencabut gelar kebangsawanan para tokoh-tokoh kontroversial dunia itu.

Pada 2004, Goodwin mendapatkan gelar kebangsawanan karena mengerjakan yang menguntungkan bank dan bagus untuk negara secara keseluruhan. Penilaian itu diberikan oleh Tony Blair yang ketika itu menjabat sebagai perdana menteri.

Kemudian Goodwin yang merupakan seorang akuntan memimpin institusi tersebut hingga bencana krisis finansial global ikut menerpa bank tersebut. Hal terburuk yang dilakukan Goodwin adalah akuisisi ABN Amro Holdings NV dengan uang pinjaman senilai US$ 94 miliar pada saat krisis finansial di 2007. Hal itu menyebabkan RBS akhirnya harus di-bailout.

"Baik Otoritas Jasa Finansial dan Komite Seleksi Kementerian Keuangan telah menginvestigasi alasan kegagalan dan konsekuensinya. Jelas bahwa RBS memainkan peranan penting pada krisis finansial 2008-2009 yang bersamaan dengan faktor makroekonomi telah memicu resesi terburuk di Inggris setelah perang dunia II dan para pembayar pajak serta pebisnispun harus membayarnya," jelas juru bicara Kantor Pemerintahan.

BERITA TERKAIT

Bankir Minta BI Fokus Dampak Krisis Turki

Krisis keuangan yang terjadi di Turki, di mana nilai mata uang Lira jatuh sangat dalam terhadap dolar AS harus menjadi…

Bankir: Pelonggaran LTV Mampu Percepat Permintaan Properti

Bankir: Pelonggaran LTV Mampu Percepat Permintaan Properti NERACA Jakarta - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono mengatakan…

Bankir Yakin Bank Sentral Naikkan Bunga Lagi

      NERACA   Jakarta - Menguatnya tekanan ekonomi global sehingga mendepresiasi nilai tukar rupiah hingga Rp14.200 per dolar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Komersial BTN Tumbuh 16,89%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus 2018 mencapai sekitar…

CIMB Niaga Syariah Dukung Pembangunan RS Hasyim Asyari

      NERACA   Jombang - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menyalurkan…

Jamkrindo Syariah Kuasai Pasar Penjaminan Syariah

      NERACA   Jakarta – PT Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Syariah mencatatkan kinerja yang cukup mentereng.…