LPDB Rp5,5 Miliar Disalurkan Ke Petani

NERACA

Lamongan---Peran Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir makin nyata di daerah. Bahkan Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menyalurkan dana bergulir sebesar Rp5,5 miliar yang dialokasikan lewat APBD 2012 untuk program pembelian gabah petani.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Lamongan Mohammad Faiz Junaedi, Selasa, mengatakan, penyaluran dana itu untuk penguatan modal kerja ketahanan pangan sebesar Rp2 miliar dan penguatan modal kelompok lumbung pangan Rp3,5 miliar. "Terdapat 37 kelompok lumbung pangan yang menerima dana bergulir tersebut. Mereka bertugas menyerap beras petani pada panen tahun ini," katanya dalam acara sosialisasi pengadaan gabah dalam negeri tahun 2012.

Faiz menambahkan bahwa Bulog telah menargetkan sebanyak 43.293 ton beras dapat terserap dari petani di Lamongan pada tahun ini. Untuk merealisasikan target tersebut, Bulog juga telah menetapkan 42 mitra kerja, antara lain tiga unit gabungan kelompok tani (Gapoktan), empat unit koperasi unit desa (KUD) dan 33 unit usaha penggilingan padi. "Di luar program pengadaan beras yang dilakukan Bulog, Pemkab Lamongan juga menyediakan anggaran melalui APBD untuk menyerap beras petani," tambahnya.

Namun Faiz, meminta mitra kerja yang telah ditunjuk untuk melakukan kontrak kerja dengan Bulog, sedangkan mitra yang sudah melakukan kontrak agar segera melakukan pembelian gabah petani di wilayahnya sesuai harga pokok pembelian (HPP) pemerintah.

Pada kesempatan itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre III Bojonegoro yang juga membawahi wilayah Lamongan, Damin Hartono Roestam, mengatakan, program pengadaan beras bertujuan menyediakan cadangan pangan nasional yang memiliki nilai strategis dalam perekonomian. "Pengadaan tersebut terutama untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui program raskin (beras untuk keluarga miskin)," tambahnya.

Data Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan mencatat realisasi produksi padi daerah setempat pada 2011 mengalami penurunan sekitar 21 persen, dari 857.638 ton (2010) menjadi 678.042 ton gabah kering giling.

BERITA TERKAIT

Zurich Jamin Kesehatan Hingga Rp30 miliar - Luncurkan Produk Critical Advantage

    NERACA   Jakarta - Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi untuk penyakit kritis yaitu Zurich Critical Advantage (ZCA). Produk…

Investasikan Dana Rp 87,68 Miliar - Unitras Borong 22,6 Juta Saham Saratoga

NERACA Jakarta -PT Unitras Pertama memborong 22,6 juta saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) untuk investasi. Dalam siaran persnya…

Petani Cabai Diminta Antisipasi Panen Raya dan Harga Anjlok

NERACA Jakarta – Kementerian Pertanian meminta kepada petani cabai supaya mengantisipasi datangnya panen raya yang akan menjatuhkan harga cabai, salah…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pemerintah Serap Rp22 Triliun dari Lelang SUN

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp22,05 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN)…

IMF Desak Negara-negara Hindari Kebijakan Perdagangan Terdistorsi

    NERACA   Jakarta - Ketegangan perdagangan sejauh ini tidak secara signifikan mempengaruhi ketidakseimbangan neraca berjalan global, tetapi membebani…

BI Yakin Arus Modal Asing Tetap Deras - Suku Bunga Acuan Turun

      NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini aliran modal asing akan tetap masuk…