Rupiah Diprediksi Tetap Stabil

SOROTAN

Rupiah Diprediksi Tetap Stabil

Jakarta--- Kalangan analis memperkirakan apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar kemungkinan bergerak stabil. "Rupiah kecendrungan stabil, resistance Rp9.020 per USD sementara support Rp8.860 per USD," kata analis valuta asing David Sumual di Jakarta, Rabu (1/2)

Seperti diketahui pengumuman inflasi bisa mempengaruhi nilai tukar. Sebab jika inflasi ternyata lebih rendah dibanding sebelumnya, rupiah bisa menguat meskipun tipis. "Nanti akan dilihat juga apakah BI rate akan turun atau tetap," imbuhnya.

Hal yang sama juga dituturkan oleh treasury analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro. Dia menuturkan, jika rupiah akan bergerak stabil. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan sore kemarin diaggap masih wajar, karena hal tersebut sudah kerap terjadi dalam pergerakan mata uang rupiah. "Rupiah stabil, di level Rp8.975-9.005 per USD," katanya.

Faktor dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah jika dilihat dari kondisi internal, pelaku pasar memperkirakan jika inflasi Januari akan berada di level 0,7% -1%. Yang artinya angka tersebut lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. "Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga berniat mengurangi porsi kepemilikan SBSN oleh asing," terangnya

Selanjutnya, faktor eksternal, investor masih menunggu KTT Uni Eropa Senin lalu. Pembahasan dalam KTT tersebut di antaranya adalah penggunaan dana 20 miliar euro atau USD26,4 miliar yang tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja dan UKM. “Selain itu juga, adanya perjanjian yang dilakukan, isinya penggunaan dana talangan 500 miliar euro yang akan dicairkan pada Juli mendatang," tandas Rahadyo.

Kemarin, kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan di kisaran Rp9.000 per USD, dengan range perdagangan Rp8.955-Rp9.045 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah masih bertahan di level Rp8.995 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp8.985-Rp9.010 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, pasar global ditutup negatif dengan semakin intensifnya pembicaraan di Uni Eropa (UE) dan kesepakatan utang Yunani. "Sentimen negatif ini kemungkinan menjalar ke pasar Asia hari ini. Rupiah juga cenderung melemah," tuturnya

Sementara Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo mengatakan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi masih akan bergerak stabil di level Rp8.900 per USD. "Pergerakan rupiah masih akan stabil kisarannya Rp8.950-Rp8.990 per USD," kata Anggoro.

Anggoro menuturkan, pergerakan rupiah yang relatif stabil tersebut masih dikarenakan campur Bank Indonesia (BI) yang terus melakukan intervensi. "BI akan terus melakukan intervensi untuk menjaganya di bawah Rp9.000 per USD," imbuhnya.

Pelaku pasar mencermati data inflasi yang akan keluar awal Februari. Diprediksi, inflasi pada Januari akan lebih rendah dibanding dengan lima tahun terakhir. "Dan diprediksi inflasi ini akan memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah," jelas dia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pimpinan KPK Tak Datang, Pansus Tetap Bekerja

Pimpinan KPK Tak Datang, Pansus Tetap Bekerja NERACA Jakarta - Ketua panitia khusus (pansus) DPR Agun Gunandjar menegaskan akan tetap…

Ada Peluang Kenaikan Bunga The Fed, Rupiah Melemah

    NERACA   Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, bergerak melemah sebesar 16…

BI Dorong Penggunaan Rupiah Di Perbatasan

      NERACA   Jayapura – Bank Indonesia (BI) terus melakukan sejumlah upaya agar mata uang Rupiah menjadi satu-satunya…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Tahan Suku Bunga Acuan

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) telah usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Oktober 2017.…

Sinarmas MSIG Life Luncurkan 4 Produk Bancassurance - Gandeng Bank BJB

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG (Sinarmas MSIG Life) dan Bank BJB, berkolaborasi meluncurkan…

BTN Masuk Jajaran Perusahaan Terbaik Indonesia

      NERACA   Jakarta - Setelah berhasil meraih beragam penghargaan atas kinerjanya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.…