Masih Perlu Anggaran Ratusan Miliar - Cirebon Jadi “Kota Tujuan”

NERACA

Cirebon - Meski masih menjadi wacana, namun naga-naganya Wilayah Cirebon, khususnya Kabupaten akan menjadi kota tujuan. Pasalnya, akan dibangunnya ruas jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Cirebon, menjadi barometer kemajuan yang akan dicapai wilayah ini.

Tak pelak, beberapa pihak menilai, Kabupaten Cirebon akan menjadi kota tujuan, baik dari Jakarta maupun Bandung, ataupun dari Provinsi Jawa Tengah. Untuk pembangunan ini, disinyalir diperlukan anggaran ratusan miliar rupiah untuk membangun sarana dan prasarana yang ada.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Cirebon, Dedi Nurul membenarkan hal tersebut. Menurut dia, rencana pembangunan ruas jalan Tol Jakarta-Cirebon menjadi pendorong akan dijadikannya Kabupaten Cirebon menjadi kota tujuan. Hal itu adalah konsekwensi dari semakin mudah dan cepatnya akses transformasi, kalau saja ruas jalan tol Jakarta-Cirebon selesai.

“Ini konsekuensi logis, karena semakin cepat akses jalan, maka minat orang untuk menuju ke tempat tujuan juga semakin cepat. Saya yakin, tiga tahun lagi kalau jalan tol Jakarta-Cirebon selesai, maka Cirebon khususnya Kabupaten akan menjadi kota tujuan. Tapi, perlu dana yang sangat besar untuk bisa menjadikan Kabupaten Cirebon menjadi Kota tujuan,” kata Dedi kepada Neraca, Rabu (1/2).

Dedi mengatakan, saat ini Pemkab Cirebon masih kekurangan anggaran untuk membangun berbagai macam infrastruktur sebagai penunjang ekonomi. Namun, menurut Dedi, akan ada bantuan baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Jabar.

Terkait kisaran berapa jumlah anggaran yang diperlukan, Dedi masih belum mau menyebutkan. Namun yang pasti selesainya pembangunan jalan tol Jakarta-Cirebon akan menjadikan Kabupaten Cirebon sebagai Kota Metropolitan.

Di sisi lain, lanjut Dedi, ada tiga titik wilayah di Kabupaten Cirebon yang menjadi pintu keluar pengguna jalan tol. Wilayah tersebut yaitu pintu tol Plumbon, Ciperna serta pintu tol Kanci. Pemkab sedang memikirkan outlet-outlet sentra ekonomi yang cocok, yang dekat dengan wilayah ini. Karena diprediksi, akan ada geliat ekonomi yang sangat bagus bila saja sasaran bisnis yang diterapkan, tepat sasaran.

Dedi menambahkan, berdirinya pasar batik yang sebentar lagi selesai dibangun, untuk sementara masih menjadi ikon Kabupaten Cirebon. Nantinya, tamu yang datang ke Kabupaten Cirebon akan digiring untuk bisa membeli produk batik Cirebon, yang dipasarkan di pasar batik Plered. Pasar yang rencananya menampung 100 lebih pedagang batik Cirebon ini, akan dilengkapi juga dengan berbagai macam kuliner khas cirebon disekelilingnya.

“Kita tinggal menunggu pasar batik selesai, dan dihuni para pedagang batik cirebon. Nantinya, tamu yang datang dari luar dan berminat membeli batik, bisa menggunakan akses pintu keluar tol Plumbon, atau Ciperna. Bisa dibayangkan, kalau ini berjalan lancar maka perputaran uang akan sangat besar,” jelas Dedi.

Sedangkan untuk pintu Tol Kanci, pihaknya mengaku akan menghidupkan wilayah timur sebagai sentra kuliner serta industri. Pasalnya kata Dedi, Wilayah Timur Cirebon sangat berpotensi, baik untuk industri maupun pertanian. Beberapa pengusaha, baik industri maupun kulioner mengaku tertarik dengan wilayah Cirebon timur.

“Ada konsep yang sedang kita buat, supaya wilayah timur menjadi sentra bisnis, baik industri, pertanian maupun kuliner. Ini sangat memungkinkan, tinggal dukungan semua pihak saja. Potensi Timur Cirebon sangat luar biasa dan tidak bisa dipandang sebelah mata,” tukas Dedi. (man)

BERITA TERKAIT

Dandim 0607 : Kita Terus Kawal Sektor Pertanian - Kodim 0607 Kota Sukabumi Lakukan Pendampingan Empat Wilayah Rawan Pangan

Dandim 0607 : Kita Terus Kawal Sektor Pertanian Kodim 0607 Kota Sukabumi Lakukan Pendampingan Empat Wilayah Rawan Pangan NERACA Sukabumi…

Anak Usaha DEAL Bidik Kontrak Rp100 Miliar

NERACA Jakarta - Kejar pertumbuhan pendapatan lebih besar lagi, PT Dewata Freightinternational Tbk (DEAL) melalui anak usahanya mengincar kontrak jangka…

Paramitra Sarana Bagikan Dividen Rp 19,5 Miliar

NERACA Jakarta –Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menyepakati unuk membagi dividen sebesar…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pertemuan Menteri LH G-20 Positif untuk Penanganan Sampah Plastik - Menteri LHK

Pertemuan Menteri LH G-20 Positif untuk Penanganan Sampah Plastik Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Penanganan sampah plastik laut akan…

Pajak dan Retribusi Kuningan 2018 Sangat Memprihatinkan - PDAU Penyumbang Terkecil

Pajak dan Retribusi Kuningan 2018 Sangat Memprihatinkan PDAU Penyumbang Terkecil NERACA Kuningan – Pada putaran realisasi APBD 2018, ternyata masih…

Gubernur Jabar Nilai Manajemen Mudik 2019 Terbaik

Gubernur Jabar Nilai Manajemen Mudik 2019 Terbaik NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menilai manajemen arus mudik…