Kemudahan Usaha vs Hambatan Birokrasi

Survei IFC-Bank Dunia yang bertajuk Doing Business Indonesia 2012 secara tak terduga membuktikan adanya kemajuan pesat di 20 kota besar Indonesia dalam upaya mempermudah pengusaha untuk merintis bisnisnya di negeri ini.

Lembaga keuangan internasional itu menyebut ada 22 reformasi usaha di tingkat daerah sejak 2010. Sama seperti dua tahun lalu, Balikpapan, Bandung, dan Yogyakarta tetap menunjukkan kinerja terbaik dalam hal mendirikan usaha, dan mengurus izin untuk mendirikan bangunan.

Survei dilakukan berdasarkan pengamatan sembilan indikator, yang diantaranya mendirikan usaha, membayar pajak, penegakan hak-hak dan kewajiban kontrak melalui pengadilan, memperoleh pinjaman, dan mengurus izin mendirikan bangunan.

Dari sembilan indikator yang dipakai dalam survei, mendirikan usaha merupakan indikator yang paling memperlihatkan perbaikan signifikan. Calon pengusaha kini hanya menghabiskan rata-rata sembilan prosedur dengan waktu 33 hari dan biaya 22% dari pendapatan per kapita daerah masing-masing.

Dari seri laporan yang menganalisis kebijakan-kebijakan usaha dari sudut pandang usaha kecil dan menengah domestik. Balikpapan, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta ternyata tetap menunjukkan kinerja terbaik dalam hal mendirikan usaha (starting a business), mengurus izin untuk mendirikan bangunan (dealing with construction permits), dan mendaftarkan properti (registering property).

Tidak ada satu kota pun yang mengungguli kota lainnya di semua indikator. Mendirikan usaha di Yogyakarta adalah yang termudah, mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) termudah dilakukan di Balikpapan, sementara pendaftaran properti di Bandung dan Jakarta. Sebaliknya di Manado, mendirikan usaha yang tersulit dan mendaftarkan properti di Batam. Mengurus IMB yang tersulit di Jakarta, sementara tidak ada IMB untuk bangunan gudang komersial dikeluarkan Pemkot Gorontalo sejak 2008.

Mendirikan usaha yang paling mudah di Yogyakarta dimana diperlukan 29 hari dan biaya 18,5% dari pendapatan per kapita untuk menjalankan 8 persyaratan. Sementara paling sulit di Manado dimana diperlukan 11 prosedur yang memakan waktu 34 hari dan biaya 30,8%.

Mengurus IMB yang paling mudah di Balikpapan dimana hanya memerlukan 52 hari, namun lebih sulit di Jakarta yang membutuhkan waktu 158 hari. Persyaratan di masing-masing daerah tetap menjadi sebab dari adanya perbedaan dari jumlah prosedur yang diperlukan dalam mengurus IMB. Sebaliknya lebih mudah untuk mendaftarkan properti di Bandung dan Jakarta, dan lebih sulit di Batam.

Dari gambaran tersebut, pemerintah pusat sejatinya harus tetap berperan sebagai fasilitator dalam memberikan kemudahan. Kita tidak menduga Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, hanya menunjukkan kinerja bagus dalam biaya untuk mendaftarkan properti (nomor satu). Namun untuk kemudahan pengurusan IMB, Jakarta menempati posisi 19. Tentunya hasil buruk yang diperlihatkan sejumlah indikator di Jakarta ini berpengaruh besar terhadap indeks Doing Business Indonesia di level global.

Alasannya, pada survei global IFC dan Bank Dunia hanya meneliti kota dengan kondisi ekonomi terbesar dari satu negara. Jakarta yang mewakili negeri ini, akhirnya menyeret peringkat Indonesia berada di posisi 129 dari 183 negara pada survei tersebut. Ini sekaligus mencerminkan kinerja Gubernur DKI Jakarta selama ini cukup memprihatinkan, dan patut jadi pertimbangan serius dalam proses pemilihan calon gubernur DKI Jakarta di waktu mendatang.

BERITA TERKAIT

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…

Dunia Usaha - Kemenperin Dorong Santripreneur Manfaatkan Teknologi Digital

NERACA Bandar Lampung - Direktur Jenderal Industri Kecil dan Aneka, Gati Wibawaningsing mengatakan terus melakukan pembinaan dan pelatihan santri berindustri…

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Memahami Makna Nilai Tukar Petanian

  Oleh : Adang Agustian, Peneliti Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan perbandingan indeks…

Perekonomian Indonesia Tumbuh di Tengah Krisis Ekonomi Global

  Oleh: Rizal Arifin, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Kritik oposisi terhadap Pemerintah terkait target pertumbuhan ekonomi dibawah 6 persen mejadi…

Kemajuan Pengelolaan SDA dan Lingkungan Era Kini

Oleh : Abdul Aziz, Mahasiswa Fikom di PTN Jakarta   Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan merupakan hal vital bagi…