Aset BRI Syariah Capai Rp11,3 Triliun - Hingga 2011

NERACA

Jakarta-- PT Bank BRI Syariah mengklaim total asetnya hingga 2011 mencapai sebesar Rp11,3 triliun atau naik 88% dibanding 2010 yang hanya Rp1,5 triliun. "Dengan angka aset tersebut, Bank BRI Syariah memfokuskan pada retail dan konsumer banking di antaranya KPR, kredit kendaraan bermotor, dana tagihan haji, dan gadai," kata Direktur Bisnis BRI Syariah Ari Purwandono, usai Penyerahan Logam Emas Mulia di Program Hujan Emas Periode 2, di Demang Coffe, Gedung La Mounte, Jakarta, Rabu (1/2)

Menyinggung soal produk gadai emas, Ari mengatakan hingga kini belum ada izin dari Bank Indonesia (BI). Bahkan peraturan baru juga belum ada. "BRI Syariah menunggu selesai suspensi dari BI. Kami sudah datang ke BI, mereka mau mengeluarkan peraturannya," tambahnya

Menurut Ari, BI akan mengatur besaran pemberian kredit terhadap nilai barang (loan to value/LTV) sebesar 80%. Meski untuk limit transaksi, BI dan perbankan syariah masih dalam tahap diskusi.

Lebih jauh kata Ari, keduabelah pihak dalam hal ini BRI Syariah dan BI masih belum sampai pada keputusan final dalam menetapkan limit transaksi. BRI Syariah menginginkan limit transaksi gadai emas sebesar Rp500 juta. Namun, Bank Indonesia menginginkan limit transaksi hanya sekitar Rp100 juta. "Jadi, kalau transaksi Rp100 juta, volumenya akan turun. Tapi, kalau bisa lebih dari itu bisa terjaga," ujarnya.

Lebih lanjut Ari menjelaskan, sejak mendapat suspensi BI, transaksi gadai emas di perbankan syariah melambat, termasuk di BRI Syariah yang juga mengalami penurunan. Jika sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun, setelah disuspen melemah menjadi Rp1,1 triliun. "Terakhir sebelum disuspen itu Rp1,5 triliun, terus Desember 2011 turun menjadi Rp1,2 triliun, dan sekarang Januari 2012 menjadi Rp1,1 triliun," tandasnya.

Sebelumnya, BI akan menerbitkan surat edaran terkait gadai emas yang dilakukan bank syariah akhir Januari 2012. Surat edaran itu salah satunya membahas mengenai besaran pemberian kredit terhadap nilai barang (loan to value/LTV). Alasannya, nasabah yang memiliki investasi gadai emas perbankan syariah di atas Rp100 juta hanya 4 % dari total nasabah 60 %.

"Total pembiayaan gadai emas selama 2011 lalu mencapai Rp6,1 triliun. Dari angka ini, Rp3,6 triliun atau 60% di antaranya terdapat nasabah yang mempunyai pembiayaan gadai emas di atas Rp100 juta. Namun ternyata, yang memiliki pembiayaan gadai emas di atas Rp100 juta hanya 4 % dari 60% ini," papar Deputy Gubernur BI, Mulia E Siregar di Jakarta

Mulya menambahkan loan to value produk gadai emas tidak boleh lebih dari 80% dari plafon yang ditentukan. Hal itu bertujuan untuk menghindari adanya spekulasi dalam produk gadai emas. “Bank syariah harus kembali pada aturan yang ada, sanksi administratif kami keluarkan”, ujarnya.

SE antara lain terdiri dari pembatasan jumlah pembiayaan maksimal ke nasabah, loan to value (LTV) maksimal 80%, harga taksiran terhadap emas yang digadaikan, serta keharusan nasabah mencantumkan tujuan penggunaan dari gadai emas tersebut. "Berapa maksimal jumlah pembiayaan ke nasabah, itu belum diputuskan," ungkap Mulya. **maya

BERITA TERKAIT

Butuh Dana Rp 8 Triliun - SMI Bakal Rilis Sekuritisasi Aset di 2019

NERACA Jakarta – Danai pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan instrumen pendanaan berupa sekuritisasi aset pada paruh…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

Indonesia Terlambat Kembangkan Ekonomi Syariah

  NERACA Surabaya - Indonesia sebagai negara yang mayoritas berpenduduk Muslim perlu lebih cepat mengejar ketertinggalan ekonomi syariah dibanding negara-negara…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Aturan Uang Eketronik Bakal Direvisi

      NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI) mewacanakan untuk merevisi beberapa ketentuan dalam peraturan uang elektronik agar…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air

    NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) membayarkan klaim kepada pemegang polis atau ahli…