Kemenperin Fasilitasi Standar Pengemasan IKM - Tingkatkan Kualitas Produk Lokal

NERACA

Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih terus memacu industri kecil dan menengah (IKM) agar menerapkan standar produk sehingga mampu bersaing di pasar global. Untuk itu, penerapan standar produk, khususnya terhadap pengemasan dan merek tengah dioptimalkan dan dipermudah aksesnya untuk meningkatkan kualitas produk lokal.

“Standar kualitas kemasan dan labelling sangat penting, selain berfungsi mewadahi atau membungkus produk, dapat juga sebagai sarana promosi serta informasi dari produk tersebut sekaligus meningkatkan citra, daya jual dan daya saing,” kata Gati pada acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Masalah dan Solusi Kemasan untuk IKM, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut Gati mengatakan, saat ini standar pengemasan yang ketat telah diterapkan oleh negara-negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, serta beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea. Negara-negara tersebut merupakan tujuan ekspor utama bagi Indonesia, khususnya produk pangan. “Oleh karena itu, diperlukan pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produknya dan ketersediaan kemasan yang dibutuhkan,” tuturnya.

Menurut Gati, Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan 24 Rumah Kemasan yang tersebar di 22 provinsi di bawah pengelolaan pemerintah daerah. Rumah Kemasan ini menjadi pusat informasi dan pelayanan kemasan bagi IKM dalam negeri. “Untuk mendukung pengembangan Rumah Kemasan, Ditjen IKM telah menyusun buku Pedoman Pengembangan Rumah Kemasan yang diharapkan dapat menjadi dasar acuan bagi para stakeholder terkait dan aparat pembina, khususnya pengelola Rumah Kemasan yang telah berdiri dalam melayani dan membantu IKM mengatasi berbagai masalah tentang kemasan,” paparnya.

Dalam pengembangan kemasan dan merek, Ditjen IKM juga telah memberikan dukungan bagi pelaku industri khususnya IKM untuk memperbaiki kualitas kemasan produknya dengan membentuk lembaga Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek sejak tahun 2003, yang memfasilitasi pengusaha IKM dalam meningkatkan mutu kemasan produknya. “Berdasarkan data Kemenperin, sampai tahun 2017 telah diberikan fasilitas dalam bentuk 6.998 desain kemasan, 7.396 desain merek dan bantuan kemasan cetak kepada 351 IKM,” ungkap Gati.

Klinik tersebut dapat melayani bimbingan dan konsultasi pengembangan desain kemasan dan merek di daerah, serta bantuan cetak kemasan serta bantuan desain kemasan dan merek untuk IKM yang datang langsung ke Klinik Desain Merek dan Kemasan. Klinik ini juga ikut berpartisipasi pada kegiatan bimbingan dan pendampingan teknis desain merek dan kemasan yang diselenggarakan oleh daerah.

Selain itu, berpartisipasi dalam pameran, menyelenggarakan magang di Klinik Kemasan dan magang Operator Rumah Kemasan ke UPT Kemasan Jawa Timur (Sidoarjo), serta menyusun Sistem Informasi dan Buku Pedoman Pengembangan Rumah Kemasan serta Fasilitasi Mesin dan Peralatan Rumah Kemasan di Maluku Utara.

Sekretaris Ditjen IKM Eddy Siswanto mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kemasan produk IKM baik dari sisi material maupun desainnya sehingga mampu mendorong daya saing produk IKM dari kompetitor pada persaingan pasar lokal, regional, nasional maupun global.

“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen yang dilakukan oleh Ditjen IKM dalam meningkatkan desain kemasan guna menunjang kualitas dan performa produk. Dimana dalam hal ini, kemasan diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai wadah tetapi juga harus mampu berfungsi sebagai sarana promosi yang berdaya jual,” paparnya.

Selanjutnya mampu memenuhi fungsi lainnya seperti memberikan perlindungan bagi produk yang dikemas, sumber informasi dan memiliki ciri khas produk yang akhirnya membuat konsumen tertarik dan merasa yakin dengan produk tersebut.

Dalam FGD ini, turut hadir beberapa stakeholder dan aparat pembina kemasan dan merek, yakni Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Federasi Pengemasan Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Unit Pelayanan Teknis Industri Makanan, Minuman dan Kemasan.

Pada kesempatan tersebut juga diberikan informasi terkini serta sosialisasi program dan kegiatan mengenai upaya Kemenperin dalam peningkatan kemasan dan merek IKM nasional. Kemudian, terdapat sesi cerita sukses pengelolaan rumah kemasan dan IKM yang telah berhasil karena peningkatan kualitas kemasan produknya.

BERITA TERKAIT

AXA Mandiri Pasarkan Produk Anyar MEP Syariah - Gandeng Bank Syariah Mandiri

NERACA Jakarta – Memanfaatkan potensi pasar asuransi syariah, PT AXA Mandiri Financial Service (AXA Mandiri) di awal tahun 2018 sudah…

LG Sematkan Wifi di Produk AC

      NERACA   Jakarta - Memasuki 2018, PT LG Electronics Indonesia (LG) menyematkan teknologi Wifi di beberapa produk…

Tingkatkan Efisiensi BUMN!

Peneliti UI meminta pemerintah dapat menyederhakan jumlah BUMN di Indonesia, yang kini mencapai 118 perusahaan. Pengawasan BUMN saat ini berada…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Kemenperin-UNDP Susun Kebijakan Kelola Limbah Industri

NERACA Jakarta – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian bersama Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa atau United Nations Development…

Eks Penangkap Benih Lobster di Lombok Panen Rumput Laut

NERACA Lombok- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diwakili Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, bersama-sama dengan pembudidaya rumput laut penerima…

Tahun 2018 - KKP Tetap Fokus Dukungan Pada Pembudidaya Ikan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan tetap akan prioritaskan program dukungan langsung bagi pembudidaya ikan dalam pagu indikatif APBN…