Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di tawarkan dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dari 1,74 miliar saham atau setara 30% dari modal disetor kepada publik menjadi 20% dari total modal perusahaan atau setara 1,21 miliar saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam seiaran persnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, perseron mengungkapkan, jumlah saham yang ditawarka ditetapkan di angka Rp 380 per saham. Harga ini tak jauh lebih tinggi dari rentang bawah pada harga penawaran IPO yang berkisar antara Rp 325 hingga Rp 530 per saham.

Kemudian seiring sudah ditetapkan saham IPO perseroan, maka perseroan bakal menghimpun dana segar sebesar Rp 461,89 miliar dari IPO ini. Sebesar 90% dananya akan digunakan untuk keperluan belanja modal alias capital expenditure (capex) demi keperluan ekspansi. Sedangkan 10% sisanya akan digunakan untuk modal kerja IPC Marine.

Masa penawaran umum akan berlangsung pada 18-19 Desember 2017. Saham ini diharapkan bisa dicatatkan di bursa pada 22 Desember 2017 mendatang. Disebutkan, perseroan berencana menambah armada untuk segmen bisnis ship to ship (STS), jalur kanal dan pelabuhan swasta. Untuk bisnis anyar ini, perseroan mengungkapkan estimasi bakal ada tambahan pendapatan baru dengan potensi mendapat tambahan pendapatan sebesar Rp200 miliar.

Dawam Atmosudiro, Presiden Direktur JAI pernah bilang, segmen ship to ship yang bakal dilayani perseroan merupakan ceruk pasar baru. Jasa Armada telah mendapat limpahan wewenang dari Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan jasa pandu di wilayah kerja kontraktor migas.”Saat ini kontribusi pendapatan terbesar, 50% masih dari Tanjung Priok. Nanti akan berkurang karena kami akan melayani ship to ship,"ujarnya.

BERITA TERKAIT

Menatap IPO Bank Syariah

  Oleh: Syafaat Muhari, Peneliti IBFI, Universitas Trisakti Pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pengembangan awalnya pada…

PP Presisisi Serap Dana IPO Rp 201,3 Miliar

Sejak debut perdananya di pasar modal, PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengklaim sudah menghabiskan dana initial public offering (IPO) sebesar…

Mirae Asset Sekuritas Bidik Enam Calon Emiten - Kantungi Mandat IPO

NERACA Jakarta –Sukses membawa PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) listing di pasar modal, memacu PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama TICMI - STIE Perbanas Gelar Uji Sertifikasi Pasar Modal

NERACA Surabaya - STIE Perbanas Surabaya menggandeng The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Jakarta menggelar ujian sertifikasi profesi pasar modal…

Pasca Revitalisasi Hotel - Hotel Indonesia Natour Bidik Laba Rp 8,7 Miliar

NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero targetkan laba tahun ini sebesar Rp8,7 miliar, melonjak signifikan dibanding tahun…

Dua Pabrik Beroperasi di 2019 - Kapasitas Produksi ROTI Meningkat Tajam

NERACA Jakarta – Seiring dengan rampungnya dua pabrik roti milik PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) di Lampung dan Gresik,…