BATA Ingin Tambah 25 Toko Baru

NERACA

Jakarta - PT Sepatu Bata. Tbk (Perseroan) berencana untuk melakukan eskpansi dengan membangun 25 toko baru di 2018. Tak hanya itu, perseroan juga akan melakukan renovasi untuk toko-toko lamanya. Hal itu seperti diutarakan oleh Presiden Direktur PT Sebatu Bata Tbk Inderpreet Singh usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menjadikan Inderpreet sebagai Presdir Bata sepeninggal Imran Malik yang mengundurkan diri dan menjadi Managing Director di Pakistan.

Inderpreet menyebutkan bahwa ke 25 toko baru tersebut akan mengikuti pertambahan mall yang ada di seluruh Indonesia. “Ke 25 toko baru itu dibangun mengikuti pembukaan mall yang ada di Indonesia. Untuk besaran dananya, kami menyiapkan dana Rp500-600 juta setiap tokonya. Budget yang sama juga untuk renovasi toko,” ungkap Inderpreet di kantornya, Jakarta, Jumat (15/12).

Selain masih mengandalkan penjualan offline, pada tahun depan, Bata juga lebih serius untuk menjalani lini bisnis e-commerce. Bata sebenarnya sebelumnya belum terlalu mendalami e-commerce karena ingin lebih fokus pada pure retail. Namun perkembangan zaman dan makin diminatinya belanja online mau tak mau harus diikuti Bata. “Tahun 2018 kita akan lebih eksis di perdagangan online. Saat ini e-commerce kita melibatkan pihak ketiga,” ujarnya.

Dikatakan Indepreet, Bata sebelumnya memang tidak ingin terburu-buru mengikuti perdagangan online. Alasannya, karena ingin memperkuat basis penjualan offline atau melalui toko. “Jika penjualan secara offline melalui retail bagus, maka orang akan lebih percaya dan mengenal Bata. Karena untuk bisa sukses di online maka penjualan offline harus bagus. Dengan itu maka orang akan lebih percaya dengan produk kami,” lanjutnya..

Hal utama yang perlu dilakukan Bata dikatakan Singh adalah menyiapkan dan melengkapi koleksi produk Bata agar bisa memenuhi permaintaan konsumen. Selain lebih serius di e-commerce, Bata juga di tahun 2018 berencana untuk melakukan bisnis waralaba. Dikatakan Singh, waralaba adalah bisnis modern yangg di Indonesia banyak berperan. ”Kami juga ingin ambil bagian dalam bisnis waralaba meski ini bukan yang utama, tetapi yang terpenting adalah bagaimana bisa mencari partner dengan masyarakat yang mau berbisnis dengan Bata,” jelasnya. Bisnis waralaba juga difokuskan untuk daerah-daerah yang jauh dari toko-toko Bata.

Tahun ini, perseroan menargetkan produksi sebanyak 4.4 juta pasang dimana jumlah itu mayoritas yakni D.I.P sebanyak 1.441.800 pasang dan Cemented Sandal 1.958.400 pasang. Produk yang menjadi andalan perusahaan ini antara lain merek Northstar, B First, Sandak, Bata Comfit, Moccasino dan Weinbreiner. Adapun strategi perseroan untuk dapat kompetitif di industri ini adalah dengan melakukan produksi masal dan melakukan outsourcing untuk pekerjaan yang bersifat pada karya (proses jahit).

BERITA TERKAIT

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…

Baru 11 Persen Sawah Terima Air dari Bendungan

NERACA Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan terus membangun bendungan untuk pengairan, mengingat baru 11 persen atau sekitar…

Serap Private Placement - Benny Tjokro Tambah Porsi Saham di RIMO

NERACA Jakarta - Aksi korporasi PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) berupa Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…

FIHRRST Ajak Perusahaan Sadar dan Hormati HAM

    NERACA   Jakarta - The Foundation for International Human Rights Reporting Standards (FIHRRST) mengadakan seminar sosialisasi studi kepada…