Belanja Modal BUMN Capai Rp800 Triliun - Disiapkan Hingga 2014

NERACA

Jakarta---Belanja modal (capex) Badan Usaha Milik Negara tampaknya telah disiapkan oleh pemerintah. Adapun nilai capex tersebut mencapai Rp800 triliun hingga 2014 mendatang. "BUMN adalah suatu pilar ekonomi besar, di mana 18 perusahaan itu menguasai sekira 26% market capital bursa. Dalam makroekonomi, BUMN dianggarkan memiliki capex lebih dari Rp800 triliun,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis BUMN Pandu Djayanto di Jakarta,1/2

Menurut Pandu, belanja modal tersebut banyak yang diprioritaskan untuk mendukung proyek infrastruktur, termasuk yang berada di MP3EI. “Dana itu dapat dipakai untuk mem-back up proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI)," tambahnya

Lebih jauh kata Pandu, dengan potensi yang besar ini, BUMN akan banyak berkontribusi bagi masyarakat terutama melalui dana Program Kerja dan Bina Lingkungan. "Di level masyarakat, BUMN juga memiliki peran program dan bina lingkungan (PKBL), di mana penyalurannya pada 2011 lalu telah melebihi Rp2 triliun dan 600 ribu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dibina," imbuhnya

Di tempat yang sama, Ketua Forum Komunikasi Investasi BUMN Elvyn G Massya menyatakan, hingga saat ini pihaknya telah siap menganggarkan dana investasi sebesar Rp300 triliun. "Kombinasi investasi ini akan dibantu dengan arranger dan dijamin oleh BUMN asuransi," tambah dia.

Sementara itu, Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengatakan target pembangunan ekonomi nasional jangka panjang sebagai negara industri yang maju adalah dengan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar US14,250 sampai 15 ribu dolar per kapita. Namun target tersebut tidak mudah untuk dicapai. "Untuk itu diperlukan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4%-7,5% per tahun pada periode 2011-2014, sedangkan untuk 2015 sampai 2025 berkisar 8,9%," ujarnya

Hidayat mengatakan target tersebut memang tidak mudah untuk dicapai karena memerlukan kerja keras dari seluruh sektor pembangunan, dan untuk mendukung hal itu, sektor industri diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan sektor industri, lanjut Hidayat, harus didorong hingga mencapai 8,5% pada 2014 dan terus naik pada 2020-2025 sebesar 9,75%.

Sementara untuk target pertumbuhan industri tahun 2012 sebesar 6,75% dan apabila target tersebut tercapai maka akan memudahkan untuk mencapai target pertumbuhan jangka menengah dan jangka panjang dengan catatan kinerja sektor industri meningkat tiap tahunnya. "Target pembangunan industri tersebut merupakan sasaran utama yang akan kita capai pada jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang," katanya.

Hidayat menambahkan, hal tersebut dapat dicapai dengan tekad yang kuat, perencanaan yang matang, serta kerja keras yang sinergis pada semua pemangku kepentingan dari sektor industri baik dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi industri, lembaga keuangan, dan pihak terkait lainnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Finansial BUMN Konstruksi Jebol

  Oleh: Bhima Yudhistira Adhinegara Peneliti INDEF   Ambisi membangun infrastruktur ternyata membutuhkan pengorbanan yang cukup besar. BUMN di sektor…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan…

Menggenjot Skema KPBU di Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang tumbuh secara masif di tahun ini. Bahkan,…

BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

      NERACA   Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan…