BPJS Ketenagakerjaan Siapkan Layanan Digital

NERACA

Jakarta - Era digital menuntut semua pihak untuk dapat memenuhi tuntutan pelanggan dengan mudah dan cepat, terlebih lagi untuk sektor layanan publik. Masyarakat yang sudah sangat akrab dengan teknologi di era digital ini berujung pada ekspektasi masyarakat yang tinggi dalam mencapai kebutuhan masing-masing individu.

Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJS Ketenagakerjaan, Sumarjono, menyatakan urgensi digitalisasi layanan ini akan mendukung upaya perusahaan, institusi dan organisasi yang bergerak pada sektor layanan publik untuk meningkatkan kapasitas layanan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Kami sudah melakukan beberapa upaya untuk menyesuaikan diri dalam era digital ini, seperti BPJSTK Mobile, yang merupakan salah satu platform digital BPJS Ketenagakerjaan yang berfungsi untuk membantu peserta mengetahui saldo JHT mereka melalui genggaman,” ungkap Sumarjono di Jakarta, Kamis (14/12).

Melalui simposium nasional ini, ia berharap muncul gagasan-gagasan baru yang inovatif dan dapat mendukung layanan, khususnya yang bergerak di sektor publik, agar semakin reliable, cepat dan mudah. “Simposium ini terbuka untuk umum dan bagi siapapun yang tertarik, kami persilakan untuk datang. Karena pandangan dan pendapat dari setiap peserta merupakan salah satu cara untuk melahirkan inovasi, khususnya bidang pelayanan publik", ujar Sumarjono.

Sektor layanan publik sudah sepantasnya mendapat perhatian yang cukup serius, selain karena sektor tersebut hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sektor layanan publik juga memegang peranan penting dalam mendorong kemakmuran ekonomi, kohesi sosial, dan meningkatkan kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik. Maka dari itu, setiap institusi atau organisasi harus dapat memberikan layanan terbaik dan memenuhi ekspektasi masyarakat yang dilayani.

BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu institusi yang bergerak pada sektor layanan publik memandang efek dari era digital dalam mendukung pelayanan yang diberikan sangat penting untuk mendapatkan kepercayaan publik dan meningkatkan reputasi institusi. Era digital dapat dikatakan membawa perubahan yang signifikan kepada pelayanan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta. Oleh karena itu, pelaksanaan simposium nasional yang membahas digitalisasi layanan diharapkan dapat memberikan inovasi-inovasi terbaru dalam bidang layanan.

Gelaran simposium nasional yang mengangkat tema "Transformasi Layanan Publik Dalam Merespon Era Digital" ini dilaksanakan di Djakarta Theater (14/12) dan menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten. Di antaranya adalah Hermawan Kartajaya, CEO dari Markplus Inc., Pakar Kebijakan Publik, Riant Nugroho, Isnawa Adji, Kadis Lingkungan Hidup Jakarta, Lely Pelitasari Soebekti dari wakil ketua Ombudsman, dan Rama Raditya, CEO Qlue Indonesia. Selain itu, beberapa perusahaan BUMN, yaitu BNI dan Telkom, juga menjadi narasumber dalam simposium tersebut. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank BNI, Catur Budi Harto, dan Direktur Consumer Service PT Telkom, Mas'ud Khamid akan memberikan materi dan pandangan mereka terkait layanan publik.

BERITA TERKAIT

Produsen Pupuk Siapkan Teknologi Padi Lahan Rawa

NERACA Jakarta – Produsen pupuk siap mendukung program Kementerian Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut dan lebak untuk mengantarkan…

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru

MA Siapkan 977 SDM untuk Pengadilan Baru NERACA Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menyiapkan 977 aparatur peradilan sebagai sumber daya…

Penyakit Kesehatan Jiwa dalam Perlindungan BPJS

Kesehatan jiwa masih dipandang sebelah mata. Masyarakat masih menganggap remeh dan mengabaikan penyakit ini. Akibatnya, mereka enggan memeriksakannya secara medis.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Tuai Polemik, Dana Kelurahan Terganjal Aturan

      NERACA   Jakarta – Dana kelurahan yang disiapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam RAPBN 2019 menganggarkan Rp3…

Pemerintah Diminta Perhatikan Daya Beli

      NERACA   Jakarta - Pemerintah harus memperhatikan permasalahan daya beli masyarakat di samping terus melakukan pembangunan infrastruktur.…

Transcend Beri Perlindungan Data Berlapis

  NERACA   Jakarta - Fenomena data corrupt (data rusak) adalah masalah yang sering dialami pengguna hard-disk eksternal. Ketika hard-disk…