Menkeu Harap Swasta Makin Banyak Terlibat di Infrastruktur

NERACA

Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap makin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur nasional, terutama infrastruktur yang menambahkan konektivitas nasional. “Pemerintah sudah membuatkan berbagai skema untuk mendorong dan meyakinkan swasta untuk berinvestasi dalam proyek infrastruktur,” kata Sri Mulyani saat memberikan sambutan di National Infrastructure Conference 2017 di Jakarta, Kamis (14/12).

Sri Mulyani mengatakan Pemerintah sudah membuat PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia yang berperan untuk memberikan jaminan terhadap proyek infrastruktur yang memiliki risiko tinggi. “Investasi infrastruktur biasanya jangka panjang dan melewati satu periode pemerintahan. Karena itulah, PT PII berperan memberikan jaminan bahwa investasi yang ditanam akan kembali sekaligus keuntungan sesuai yang tercantum dalam perjanjian,” katanya.

Menurutnya, PT PII selama ini sudah menjalankan perannya dalam keterlibatan swasta membangun infrastruktur baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan. Karena itulah, kedepan diharapkan pihak swasta makin yakin dan percaya diri untuk berinvestasi di bidang infrastruktur.

Direktur Utama PT PII Armand Hermawan mengatakan dengan diadakannya National Infrastruktur Conference 2017 diharapkan dapat membuka peluang-peluang baru dalam baru dalam investasi maupun pembiayaan dalam proyek infrastruktur Nasional. “Kami menggunakan tema Infrastructure Unifies Nation, sebab seperti yang dikatakan oleh Ibu Sri Mulyani bahwa pembangunan infrastruktur saat ini sangat penting untuk menyatukan bangsa. Dengan tersedianya infrastruktur diharapkan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi dan sosial,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan juga dapat menambah pengetahuan dari instansi pemerintah, khususnya Pemerintah daerah agar memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur nasional maupun daerah. “Acara ini juga bertujuan untuk memberikan referensi kepada calon PJPK (penanggung Jawab Proyek Kerjasama) dan investor mengenai bagaimana implementasi KPBU di Indonesia,” Jelas Armand.

Armand menambahkan saat ini PT PII sudah memberikan penjaminan atas 13 proyek infrastruktur dengan skema KPBU, yaitu PLTU Batang, 8 Proyek Jalan Tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta – Cikampek II Elevated, Krian- Legundi – Bunder – Manyar, Cileunyi – Sumedang – Dawuan dan Serang-Panimbang), SPAM Umbulan dan seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur dengan total nilai investasi sekitar Rp 141 triliun. “Ke 13 proyek itu diharapkan bisa menjadi refrensi bagi pemerintah daerah dan swasta bahwa investasi di infrastruktur cukup nyaman dan menguntungkan,” tukasnya.

Sekedar informasi, dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp410,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran tersebut lebih tinggi 5,2 persen dibandingkan outlook tahun ini senilai Rp 390,2 triliun. Berdasarkan ringkasan APBN 2018 yang dikutip Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan, Kementerin Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi anggaran tertinggi yaitu Rp 104,7 triliun.

Sisanya, anggaran tersebut dialokasikan melalui Kementerian Perhubungan sebesar Rp 44,2 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 33,9 triliun, serta investasi pemerintah baik itu lewat PMN maupun LMAN sebesar Rp 41,5 triliun. Anggaran itu akan digunakan sebagai pembangunan dan preservasi jalan, meliputi jalan baru (832 kilometer), jalan tol (33 kilometer) dan jembatan (15.373 kilometer). Kemudian, anggaran itu juga akan digunakan untuk pembangunan prasarana perkeretaapian (639 km), serta pembangunan bandara baru di delapan lokasi.

BERITA TERKAIT

Menkeu Upayakan Bunga Kredit Ultra Mikro Diperkecil

      NERACA   Sumut - Pemerintah berupaya memperkecil suku bunga Kredit Ultra Mikro untuk semakin memberi manfaat besar…

Menkeu Bantu Tangani Aset Kapal Asing

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani akan membantu penanganan aset bagi kapal asing pelaku pencurian…

Menkeu: Kapal Pencuri Ikan Aset Negara - POLEMIK LUHUT-SUSI BERDAMPAK BURUK BAGI IKLIM INVESTASI

Jakarta-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, sesuai instruksi Presiden Jokowi agar kapal-kapal asing yang ditangkap di perairan Indonesia atau kapal…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Ekonomi Global Membaik Ditandai dengan Surplusnya Neraca Perdagangan

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kinerja sektor perdagangan nasional yang membaik…

Jadi Mensos, Idrus Marham Ingin Kurangi Kemiskinan

  NERACA   Jakarta - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Rabu (17/1) dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri…

Program Swasembada Pangan Dinilai Belum Membumi

  NERACA   Bogor - Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Intan Fitriana Fauzi SH, LLM mengatakan kebijakan pemerintah mengambil…