Arahkan Kredit Perbankan ke Industri Kreatif

NERACA

Solo - Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) mengeluhkan industri perbankan dan lembaga keuangan formal lain yang lamban dalam meningkatkan kreditnya untuk industri kreatif, termasuk untuk pengukuhan karya inovasi melalui hak kekayaan intelektual/ Intellectual Property (IP). Ketua AINAKI Ardian Elkana seperti dikutip Antara, Kamis (14/12), mengatakan akses pendanaan dari lembaga keuangan sangat dibutuhkan untuk investasi IP di sektor perfilman. Pasalnya, kebutuhan IP untuk perfilman bisa mencapai 3,2 juta dolar AS.

"Kalau saya ke bank, mereka lebih pilih servis (jasa) saja. Jawaban kami, kami tidak butuh pendanaan servis karena kami sudah tahu semua berapa pendanaannya. Yang kami butuhkan adalah saat kami harus berinvestasi di IP," ujar Ardian Selain itu, dalam Undang-Undang Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta, hak kekayaan intelektual yang berupa hak cipta sebenarnya dapat dijadikan sebagai jaminan fidusia, sehingga bisa dijadikan agunan perbankan.

Sayangnya, hingga saat ini, kata Ardian, belum ada lembaga keuangan formal yang memberikan akses permodalan di IP. "Yang ada baru investasi private equity, atau dari kocek sendiri. Tapi kalau kami harapkan IP dari lembaga formal, perbankan 'sorry to say' masih 0 (nol)," katanya.

Menurut dia, peluang investasi IP cukup besar, apalagi kalau sudah ada jaminan dari pihak mitra atau industri yang bekerja sama di luar negeri. Oleh karena itu, ke depan dia berharap industri perbankan dapat melirik peluang investasi IP di industri animasi dan kreatif. "Kita ingin Investasi dari kredit minimal suku bunga 5-7 peesen masih masuk akal, kita masih berani. Tapi perbankan bilangnya menunggu aturan teknis dari Otoritas Jasa Keuangan dan BI supaya mereka bisa menggunakan itu untuk jaminan," katanya.

BERITA TERKAIT

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…

TANTANGAN PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Setyowati (tengah) memberikan pemaparan saat menjadi pembicara diskusi Tantangan Penyaluran Kredit Usaha…

Menkeu Upayakan Bunga Kredit Ultra Mikro Diperkecil

      NERACA   Sumut - Pemerintah berupaya memperkecil suku bunga Kredit Ultra Mikro untuk semakin memberi manfaat besar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh Hingga 15%

      NERACA   Jakarta – Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia pada November 2017, penyaluran pembiayaan perbankan…

Bank Banten targetkan Punya Kantor Cabang Di Setiap Kabupaten

      NERACA   Banten - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menargetkan tahun 2018 ini berdiri…

Kredit Konsumtif Dominasi Perolehan Laba Bank Sultra

    NERACA   Kendari - Secara umum kredit konsumtif masih mendominasi sumber laba Bank Sultra dengan kisaran 87 persen…