PTBA Bidik Pendapatan Tumbuh 20% di 2018 - Garap Proyek PLTU Mulut Tambang

NERACA

Jakarta – Optimisme membaiknya harga tambang batu bara di tahun depan, menjadi sentimen positif bagi emiten tambang untuk memacu ekspansi bisnis lebih agresif lagi. Hal inilah yang tidak mau dilewatkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang akan menggarap PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan 8 pada pertengahan tahun 2018.

Kata Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, proyek PLTU Mulut Tambang yang bakal digarap perseroan menelan investasi sekitar US$ 1,6 miliar. Dimana sumber pendanaan berasal dari ekuitas dan pinjaman bank, “Nantinya, proyek kelistrikan dengan kapasitas 2x620 Mega watt tersebut bakalan menjadi pembangkit mulut tambang terbesar yang ada di Indonesia,”ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12)

Selain melakukan pembangunan proyek tersebut, PTBA juga tengah mempersiapakan sejumlah ekspansi diantaranya hilirisasi hasil batubara perusahaan. PTBA telah bekerja sama dengan PT Pertamina, PT Chandra Asri Pertrochemical Tbk dan PT Pupuk Indonesia untuk program hilirisasi itu. Upaya-upaya tersebut tentu membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Makanya, perusahaan pelat merah ini akan menggelontorkan capex hingga Rp 6,5 triliun tahun depan.

PTBA juga menargetkan kenaikan pendapatan hingga 18%-20% pada tahun depan. Kemudian untuk belanja modal, perseroan menganggarkan Rp 6,5 triliun untuk pengembangan bisnis. Selain itu, kata Arviyan, perseroan juga kemungkinan akan menerbitkan obligasi untuk mendanai belanja modal. Bila tidak ada aral melintang, PTBA akan menerbitkan surat utang pada kuartal pertama 2018. Namun demikian, jadi atau tidaknya penerbitan tersebut masih akan menunggu kondisi pasar saat itu.

Arviyan belum memerinci porsi dari masing-masing sumber pendanaan tersebut. Yang jelas, katanya, saat ini PTBA masih mengantungi kas sebesar Rp 4,5 triliun. Disamping itu, perseroan juga resmi melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) di Bursa Efek Indnesia (BEI) dengan dibuka menguat 1,33% menjadi Rp2.270 per saham.

Perseroan mengungkapkan, "stock split" dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memperluas distribusi kepemilikan saham dengan menjangkau berbagai lapisan investor. PTBA melakukan pemecahan nilai nominal saham dengan rasio satu berbanding lima (1:5) sesuai dengan keputusan RUPSLB PT Bukit Asam Tbk pada 29 November 2017 lalu. Setelah stock split, nominal saham Bukit Asam berubah dari Rp11.200 per saham (harga saham pada penutupan perdagangan 13 Desember 2017) menjadi Rp2.240 per saham.

Sebagai informasi, pertumbuhan laba bersih PTBA di kuartal tiga 2017 melesat 150% menjadi Rp 2,63 triliundari sebelumnya Rp 1,05triliun. Kenaikan penjualan ini seiring dengan meningkatnya volume produksi sebesar 30% menjadi 16,91 juta ton dari sebelumnya 12,98 juta ton.Berkat efisiensi, bukan hanya kenaikan laba, tapi juga kemampuan PTBA untuk mencetak laba membaik. Hal ini tercermin dari posisi margin perusahaan. Margin laba kotor PTBA kuartal-III 2017 tercatat 38,2%. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya hanya 24,3%. Demikian halnya dengan margin laba operasi PTBA yang naik jadi 27,4% dari sebelumnya 12,3%. Margin laba bersih PTBA juga mengalami kenaikan menjadi 20% dari sebelumnya 10,5%.

BERITA TERKAIT

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen  NERACA Serang - Perekonomian Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada triwulan…

Masyarakat Antusias Ramaikan Pawai Obor Asian Games 2018

  Oleh : Rizki Aditya, Mahasiswa Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Pertandingan Asian Games menjadi acara yang dinantikan pada 18 Agustus…

COMBIPHAR TENNIS OPEN 2018

Presiden Direktur Combiphar Michael Wanandi (ketiga kiri) dan Ketua Umum PP PELTI Rildo Ananda Anwar (ketiga kanan) bersama atlet tenis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…