Sektor Teknologi dan Manajemen Risiko

Oleh: Achmad Deni Daruri

President Director Center for Banking Crisis

Korporasi Alibaba segera akan mengganti para akuntannya dengan Artificial Intellegent. Dengan demikian Alibaba semakin tergantung kepada teknologi dalam menjalankan usahanya. Dapat dikatakan Alibaba telah menjadi bagian dari sektor teknologi atau lebih tepatnya pemakai teknologi. Alibaba juga memiliki sistem pembayaran yang juga tergantung kepada teknologi. Dengan demikian risiko teknologi dari Alibaba menjadi lebih besar dari sebelumnya.

Di era 80-an penggunaan teknologi meningkat. Pada tahun 1982, The New York Times memaparkan bahwa studi tersebut dilakukan oleh institusi untuk masa depan, a Menlo Park, Calif, agensi yang terikat kontrak dengan National Science Foundation. Itu adalah sebuah usaha yang berisiko dalam bisnis peninjauan teknologi, menyambut dunia elektronik masa depan. Studi tersebut berfokus terhadap munculnya industry Videotex, terbentuk dari hasil perkawinan antara dua teknologi terdahulu, yaitu komunikasi dan komputerisasi. Diperkirakan bahwa 40% rumah tangga di Amerika akan memiliki Videotex dua-arah pada akhir abad. Dengan perbandingan, TV membutuhkan waktu 16 tahun hingga menebus angka 90% peda penggunaannya oleh rumah tangga terhitung sejak awal dikomersilkan.

Teknologi telah menjadi bagian penting pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat masyarakat mengetahui lebih lanjut mengenai perkembangan teknologi, mereka dapat merasakan manfaatnya. Pada saat sebuah sebuah inovasi mencapai titik tertentu setelah dipresentasikan dan di promosikan, teknologi ini akan menjadi bagian dari masyarakat. Teknologi Digital telah memasuki setiap fase dan aktivitas sosial. Pada kenyataannya, hal tersebut membangun alternatif jaringan komunikasi seluruh dunia. Karena penemuan komputer berhasil memberikan solusi yang jauh lebih baik untuk mengirim dan menyimpan data, maka teknologi digital menjadi hal yang umum digunakan untuk mengunduh musik maupun menonton film di rumah, tidak lagi menggunakan DVD atau dengan membeli online. Rekaman musik digital tidak sama dengan rekaman media analog. Perbedaan yang jelas terlihat adalah sifatnya yang mudah diproduksi kembali, mudah dibawa kemana-mana, dan gratis.

Bagaimanapun juga, meskipun beberapa contoh di atas menunjukkan beberapa aspek positif dari teknologi di masyarakat, namun aterdapat juga aspek negatifnya. Di dalam dunia virtual ini, platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Snapchat telah mengubah Generation Y Culture (Budaya generasi Y) dalam mengenali dunia luar dan bagaimana mereka melihat dirinya sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, ada lebih banyak reset tentang depresi yang disebabkan oleh media sosial. Facebook Depression adalah keadaan dimana penggunanya sangat terpengaruh oleh kehidupan serta posting-an yang dilakukan oleh teman-teman di media sosial dan termakan oleh kecemburuan sosial. Mereka membandingkan diri mereka sendiri dengan posting-an teman-teman mereka, kemudian merasa tidak layak dan monoton karena mereka merasa bahwa hidupnya sendiri tidak semenarik seperti hidup teman-temannya.

Efek negatif yang lain adalah teknologi di masyarakat membuat generasi muda dipaksa menjadi dewasa sebelum waktunya. Dengan adanya seluruh kecanggihan di genggaman tangan, anak-anak bisa mempelajari apa saja yang mereka inginkan. Namun, semua hal dari internet merupakan konten bebas yang tidak disensor, tidak ada pengawasan yang tepat, serta membuat anak-anak dapat mengakses materi yang eksplisit pada usia dini. Hal ini biasanya bermula dari keingintahuan anak-anak akan cara berdandan, ingin memiliki aku e-mail sendiri, ataupun media sosial –kesemuanya dapat menjadi celah bagi para pemangsa dan entitas berbahaya yang menyalahgunakan kepolosan anak-anak. Inilah salah satu risiko yang muncul dari semakin hebatnya penggunaan teknologi di masyarakat.

Risiko besar yang utama adalah tidak adanya manajemen risiko secara makro yang menganggap tidak perlunya pemerintah membiayai sektor teknologi sebagai tak beresiko. Pemerintah adalah kontributor utama untuk perkembangan teknologi baru dalam banyak cara. Di Amerika Serikat sendiri, banyak badan pemerintah dengan spesifik menginvestasikan milyaran dollar dalam teknologi baru. Tahun 1980, pemerintah Inggris menginvestasikan lebih dari 6 juta poundsterling dalam program empat tahun, yang kemudian diperpanjang menjadi enam tahun, disebut Program Pendidikan Elektronikamikro (the Microelectronics Education Programme, atau MEP). Program ini bertujuan memberi satu komputer untuk setiap sekolah di Inggris, termasuk piranti lunak, bahan pelatihan, dan pelatihan lengkap bagi guru. Program serupa telah dilakukan oleh pemerintah lain di penjuru dunia.

Teknologi sering didorong oleh militer, dengan banyaknya aplikasi modern dikembangkan untuk kebutuhan militer sebelum diadaptasi untuk pemakaian sipil. Namun, hal ini berlaku dua arah, dengan adanya industri yang sering mengembangkan dan mengadopsi teknologi yang kemudian diadopsi oleh militer. Badan pemerintah yang secara khusus didedikasikan untuk riset, seperti National Science Foundation dari Amerika, berbagai institusi riset sains dari Inggris, usaha Small Business Innovative Research dari Amerika. Banyak badan pemerintah lain yang mendedikasikan sebagian besar anggarannya untuk riset dan pengembangan.

Manajemen risiko harus mampu mengindentifikasi risiko seperti hal ini. Karena risikonya negara yang tidak mau menginvetasikan dana kepada sektor teknologi akan menjadi negara yang tertinggal kemajuan ekonomi dan militernya. Ilmu manajemen risiko yang dipelajari di sekolah-sekolah bukanlah hafalan. Tapi harus diterapkan secara konkret dalam kehidupan berbangsa dan bernegera. Implikasi risiko praktis dari hubungan antara pendapatan pemerintah dan guncangan eksternal sangat besar. Bila persyaratan perdagangan memburuk, atau kenaikan suku bunga, atau pinjaman terputus, tidak ada penurunan otomatis dalam belanja domestik sejauh guncangan ini melanda sektor publik. Sebaliknya, pemerintah menghadapi pilihan kebijakan eksplisit untuk menyerap guncangan melalui kombinasi pengurangan pengeluaran, pajak yang lebih tinggi, atau defisit anggaran yang lebih besar. Efek pada ekonomi, dan pada nasib politis pemerintah, terkait erat dengan pilihan yang dibuatnya. Inilah tugas dari manajemen risiko agar kepentingan jangka pendek dan panjang dapat dipadukan dengan baik.

BERITA TERKAIT

Kredibilitas Data Beras Dipertanyakan - KPPU DAN OMBUDSMAN RI TEMUKAN INDIKASI MALADMINISTRASI

Jakarta-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai perlunya audit terhadap data BPS dan Kementerian Pertanian terkait produksi beras yang tidak stabil…

Aspek Fundamental dan Perilaku Jadi Penting - BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Jakarta-Reposisi sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian suatu negara, sudah seharusnya memperhatikan aspek fundamental maupun perilaku. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi memiliki…

Telkomsel Bantu 300 Paket dan Gratis Nelpon - Ringkan Beban Korban Kebarakan

Amukan si jago merah yang melumat pemukiman warga yang padat penduduk di 5 Rukun Tetangga (RT) Balikpapan kemarin, menjadi derita…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menatap IPO Bank Syariah

  Oleh: Syafaat Muhari, Peneliti IBFI, Universitas Trisakti Pasar modal syariah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak pengembangan awalnya pada…

Mencoba Memahami Kebijakan Penenggelaman Kapal

  Oleh : Andre Penas, Pemerhati Ekonomi Politik di LSISI   Saat diangkat Jokowi  sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi…

Impor Beras Jadi Pilihan

Oleh: Ahmad Wijaya Harga beras medium yang beberapa pekan ini terus naik akhirnya disikapi pemerintah dengan akan mengimpor 500.000 ton…