BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

NERACA

Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena dua sektor tersebut merupakan sumber baru pertumbuhan ekonomi Ibu Kota, apalagi peran industri manufaktur diperkirakan akan berkurang dalam beberapa tahun ke depan. "Jakarta butuh ikon pariwisata yang menonjol. Optimalisasi fiskal dapat dilakukan dengan menambah anggaran sumber baru pertumbuhan ekonomi," kata Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Doni P. Joewono seperti dikutip Antara, kemarin.

Doni mengatakan sumber baru untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi Jakarta yang ideal adalah sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saat ini, industri manufaktur memang masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi untuk perekonomian Ibu Kota, namun dalam beberapa tahun terakhir, faktor keterbatasan lahan akan mendorong Pemda DKI untuk mendiversifikasi sumber baru perekonomian.

Doni mengatakan jika Pemda DKI mampu mengoptimalkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, akan menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2-0,4 persen. Di kuartal III 2017, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sebesar 6,29 persen (year on year/yoy). "Manufaktur memang saat ini masih menopang, tapi dalam beberapa tahun berikutnya belum tentu. Maka itu perlu pengembangan sumber baru pertumbuhan ekonomi di Jakarta," ujarnya.

Pertumbuhan industri manufaktur hingga kuartal III 2017 sebesar 8,1 persen (yoy) atau sektor ketiga dengan pertumbuhan tertinggi setelah komunikasi dan informasi, serta transportasi. Untuk pariwisata, kata Doni, DKI sebenarnya memiliki sejumlah destinasi potensial yang bisa dijadikan sebagai wisata unggulan. Misalnya saja kawasan Kota Tua dan Kepulauan Seribu yang bisa didorong menjadi ikon pariwisata agar bisa menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan data yang dirujuk Doni, Jakarta tidak termasuk dalam jajaran 20 besar negara tujuan wisata oleh wisatawan internasional. Jakarta kalah bersaing dengan negara Shanghai China, Istanbul Turki, Kuala Lumpur Malaysia, bahkan Bangkok, Thailand yang menduduki posisi pertama. "Jakarta memiliki potensi yang besar karena merupakan kota destinasi kelima dengan pertumbuhan tercepat. Di antara adalah Osaka Jepang 24 persen, Chengdu Tiongkok 22,7 persen, Colombo Sri Lanka 20,3 persen, Abu Dhabi Uni Emirat Arab 18,9 persen, dan Jakarta 18,2 persen," kata dia.

Untuk itu, Doni berharap jika Pemprov DKI Jakarta bisa gencar mengembangkan Kepulauan Seribu yang masuk dalam 10 destinasi pariwisata unggulan. Namun pengembangan tersebut masih jauh dari harapan karena saat ini baru 100 ribu wisatawan yang datang ke Pulau Seribu dari target 1 juta di tahun 2019.

Sedangkan untuk ekonomi digital, Pemda DKI perlu mengembangkan industri kreatif yang berbasis teknologi dan informatika. Hal tersebut sebenarnya sudah terlihat hingga kuartal III 2017, di mana sektor informasi dan komunikasi tumbuh hingga 10,24 persen atau sektor dengan pertumbuhan tertinggi di Ibu Kota.

BERITA TERKAIT

KOTA SUKABUMI - Anggaran DBHCHT Selalu Meningkat Tiap Tahun

KOTA SUKABUMI  Anggaran DBHCHT Selalu Meningkat Tiap Tahun NERACA Sukabumi - Penyerapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil tembakau (DBHCHT) di…

OJK Edukasi Nabung Saham Hingga Nagari - Dorong Minat Investasi Saham

NERACA Padang  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar) menyosialisasikan gerakan nabung saham hingga ke tingkat nagari atau desa…

Kemajuan Industri Pertahanan Dorong Pertumbuhan

NERACA Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan, kemajuan Industri Pertahanan Indonesia akan terus mendorong pertumbuhan dan kemandirian ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Harga Minyak Dunia Melambung Tinggi

  NERACA   Jakarta - Harga minyak dunia melayang di dekat level tertinggi tiga tahun di 70 dolar AS per…

Meningkatnya Pertumbuhan Konsumsi Di Luar Rumah

      NERACA   Jakarta - Perusahaan riset Kantar Worldpanel Indonesia memonitor pola belanja konsumen untuk produk makanan dan…

Bisnis Game yang Mulai Berubah ke Mobile - Audition AyoDance Mobile

    NERACA   Jakarta – Industri game di Indonesia tengah mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya, game berbasis Personal…