Melambung Harga Apartemen Bersubsidi

Neraca. Apalah daya, harapan memiliki rumah bagi masyarakat menengah ke bawah seperti yang diprogramkan pemerintah melalui apartemen bersubsidi, kian menjauh dari harapan. Apartemen subsidi mengalami kenaikan harga dari penetapan harga sebelumnya. Tuntutan kenaikan harga apartemen subsidi muncul karena para pengembang mempertimbangkan aspek tanah, luasan koefesien lantai bangunan dan jumlah rumah susun yang dibangun dalam satu proyek.

Real Estate Indonesia (REI) telah mengusulkan secara resmi kepada kementerian perumahan rakyat soal harga rumah susun sederhana milik (rusunami) atau apartemen subsidi. REI mengusulkan harga rusunami dinaikkan jadi Rp 190 juta dan Rp 205 juta per unit dari harga saat ini Rp 144 juta per unit.

"Usulannya Rp 190 juta per unit dengan dasar perhitungan harga tanah Rp 1,75 juta per meter dan Rp 205 juta dengan dasar perhitungan harga tanah Rp 2,5 juta per meter," kata Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung.

Ia menjelaskan kenaikan rusunami yang diusulkan REI tersebut juga mempertimbangkan aspek lain di luar tanah. Antara lain soal jumlah rumah susun yang dibangun dalam satu proyek dan luasan koefesien lantai bangunan.

"Luas tanah 5.000 meter persegi, KLB (Koefisien Lantai Bangunan) 3,5, jumlah unit rusun 412 unit," tambahnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, pemerintah tetap melihat kepentingan pengembang sebagai penyuplai apartemen bersubsidi tapi di lain pihak juga mesti dipikirkan tentang rakyat sebagai konsumen yang akan menyerap rusunami itu.

Sebelumnya, pemerintah memastikan akan menaikkan harga apartemen subsidi lebih tinggi dari penetapan harga sebelumnya yang maksimal Rp 144 juta per unit. Penetapan harga baru untuk apartemen subsidi tersebut akan ditetapkan oleh pemerintah di awal tahun 2012.

Saat ini sudah ada tim yang sedang menggodok harga baru apartemen subsidi tersebut. Ada dua opsi harga yang saat ini sedang dipertimbangkan yaitu dari Rp 144 juta menjadi Rp 180 juta atau dari Rp 144 juta menjadi Rp 192-200 juta per unit.

Pangihutan menjelaskan, yang paling mungkin menjadi harga baru adalah berada dalam rentang Rp 192 juta hingga Rp 200 juta per unit. Sedangkan opsi pertama sebesar Rp 180 juta hanya akan cocok pada harga dan biaya konstruksi hingga 2011 saja.

Menurutnya opsi Rp 192-200 juta dianggap dengan rentang harga yang bisa bertahan lebih lama, tanpa harus cepat-cepat mengeluarkan peraturan baru soal harga rusun subsidi. Adanya perubahan harga ini akan menentukan fasilitas insentif bagi konsumen yaitu pembebasan PPN dan pengurangan PPh bagi pengembang.

"Sekarang ini belum diputuskan, kita dengan REI (Real Estate Indonesia), Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) dan Perumnas baru menghitung harganya. Jadi Rp 180-200 juta itu masih rentang, kita akan ke dirjen pajak," ujarnya.

Saat ini harga apartemen subsidi yang berhak mendapatkan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembangunan rumah susun sederhana tipe 21 hingga 36 dengan harga maksimal Rp 144 juta per unit.

Sedangkan untuk rumah tapak subsidi maksimal di harga Rp 70 juta per unit sesuai Peraturan Menteri Keuangan No.31/PMK/03/2011 tentang Batasan Rumah Sederhana dan Rumah Sangat Sederhana yang atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan PPN.

BERITA TERKAIT

Akuisisi Pengembang di Yogyakarta - PPRO Hadirkan Apartemen Tana Babarsari

NERACA Jakarta - Membidik potensi pasar dari kalangan mahasiswa, PT PP Properti Tbk (PPRO) cukup agresif mengembangkan proyek propertinya di…

Intervensi Pemerintah atas Harga CPO via Implementasi B20

Oleh: Piten J Sitorus, Mahasiswa D3 Alih Program PKN STAN Pada tahun 2017 Indonesia memproduksi sebesar 38,17 juta ton Crude Palm…

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan NERACA Depok - Pengembang apartemen Cimanggis City Mall menilai Kota Depok Jawa Barat merupakan…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan

Bisnis Apartemen di Depok Investasi Menjanjikan NERACA Depok - Pengembang apartemen Cimanggis City Mall menilai Kota Depok Jawa Barat merupakan…

Program Sejuta Rumah Kerja Banyak Pihak

Program Sejuta Rumah Kerja Banyak Pihak NERACA Nusa Dua - Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,…

SMF Inisiasi Program Perbaikan Hunian Kumuh

SMF Inisiasi Program Perbaikan Hunian Kumuh NERACA Yogyakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menginisiasi program pembangunan rumah…