JMA Syariah Tetapkan IPO Rp 140 Per Saham

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMA Syariah) telah menetapkan harga pelaksanaan penawaran umum saham perdana mereka. Harga tersebut jatuh pada rentang tengah harga penawaran saat masa bookbuilding. Informasi tersebut disampaikan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam lamannya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, JMA Syariah menetapkan harga pelaksanaan initial public offering (IPO) mereka di harga Rp 140 per saham. Harga ini jatuh di rentang tengah harga penawaran IPO yang berkisar antara Rp 130 sampai Rp 150 per saham. Lewat IPO tersebut, JMA Syariah akan melepas 400 juta saham atau setara dengan 40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan begitu, JMA Syariah akan memperoleh dana segar sebesar Rp 56 miliar dari IPO ini.

Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diperoleh JMA Syariah pada 11 Desember 2017 kemarin. Masa penawaran umum dilakukan pada 13 Desember 2017, sementara tanggal penjatahan jatuh pada 14 Desember 2017. Tanggal 15 Desember 2017 menjadi tanggal pengembalian uang pemesanan sekaligus distribusi saham secara elektronik. JMA Syariah pun menargetkan saham mereka bisa dicatatkan di papan bursa pada 18 Desember 2017 nanti.

Anak usaha PT Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) ini telah menunjuk PT Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter). Tujuh perusahaan sekuritas juga ditunjuk sebagai penjamin emisi efek, diantaranya PT Erdikha Elit Sekuritas, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Phillip Sekuritas Indonesia, dan PT Profindo Sekuritas Indonesia.

BERITA TERKAIT

BI Prediksi Nilai Tukar Rupiah Rp14.800-15.200 Per Dolar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengestimasi nilai tukar Rupiah per dolar AS sepanjang 2019 akan…

CIMB Niaga Terbitkan Sukuk Rp 600 Miliar - Dukung Pembiayaan Syariah

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam rangka menunjang ekspansi bisnisnya di pembiayaan syariah, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) menerbitkan…

Indonesia Fokus Kembangkan Keuangan Syariah Sosial

    NERACA   Bali - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia mulai berfokus untuk tidak hanya mengembangkan industri keuangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Volume Penjualan Semen Baturaja Naik 38%

Hingga September 2018, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) mencatatkan penjualan semen domestik tumbuh 38% dibandingkan dengan periode yang sama…