Perdana di Pasar, Saham PBID Naik 10 Point

Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) pada perdagangan Rabu (13/12) langsung dibuka naik 10 point atau 1,18% ke level 860 dengan volume transaksi 1357 lot dalam 15 kali transaksi. Seperti diketahui, perusahaan kantong plastik ini melepas 375 juta lembar saham baru dengan harga penawaran Rp850 perlembar saham, sehingga perseroan meraup dana Rp318,75 miliar. Nilai tersebut setara dengan 20% dari jumlah modal disetor dan ditempatkan penuh.

Panca Budi akan menggunakan 70% dari total dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana ini untuk keperluan ekspansi berupa penambahan pabrik, fasilitas distribusi, dan mesin. Sedangkan sisanya, yaitu sebanyak 30%, akan digunakan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku. Saat ini, kapasitas produksi kantongan plastik perseroan adalah sekitar 72.000 ton per tahun dari 7 pabrik, sementara penjualannya lebih besar yakni antara 90.000 ton hingga 100.000 ton per tahun.

Selama ini, perseroan mengandalkan produksi dari pabrik pihak ketiga untuk memenuhi permintaan penjualan tersebut. Tujuh pabrik perseroan yang telah ada tersebar masing-masing satu unit di Medan, Cilegon, Solo, dan 4 unit di Jabodetabek. Dua pabrik baru yang akan dibangun perseroan akan menambah kapasitas produksi perseroan masing-masing 27.000 ton per tahun. Pada 2019 mendatang, setelah kedua pabrik baru ini beroperasi, perseroan sudah tidak lagi mengandalkan produksi dari pabrik pihak ketiga.

Adapun pada semester pertama 2017, Panca Budi mencatat pendapatan Rp 1,6 triliun, naik 1,32% year-on-year (yoy). Sementara itu, mereka berhasil membukukan laba hinga Rp 97,7 miliar alias tumbuh 24,14% yoy. Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk Bahana Sekuritas, BCA Sekuritas, dan CIMB Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana efek.

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Naik 9,1%

      NERACA   Jakarta - Utang Luar Negeri Indonesia naik 9,1 persen tahun ke tahun (year on year)…

Investor Saham di Sulawesi Utara Tidak Panik

Investor di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tidak terpengaruh dengan runtuhnya selasar gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin…

Menkop: Koperasi Jadi Pengelola Pasar Rakyat

Menkop: Koperasi Jadi Pengelola Pasar Rakyat NERACA Bangli - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meresmikan beroperasinya Pasar Rakyat Desa…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Gandeng Kerjasama TICMI - STIE Perbanas Gelar Uji Sertifikasi Pasar Modal

NERACA Surabaya - STIE Perbanas Surabaya menggandeng The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Jakarta menggelar ujian sertifikasi profesi pasar modal…

Pasca Revitalisasi Hotel - Hotel Indonesia Natour Bidik Laba Rp 8,7 Miliar

NERACA Jakarta - PT Hotel Indonesia Natour (HIN) Persero targetkan laba tahun ini sebesar Rp8,7 miliar, melonjak signifikan dibanding tahun…

Dua Pabrik Beroperasi di 2019 - Kapasitas Produksi ROTI Meningkat Tajam

NERACA Jakarta – Seiring dengan rampungnya dua pabrik roti milik PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) di Lampung dan Gresik,…